Kepala Divisi Administrasi Kanwil Kemenkumham Kepri, Ajar Anggono bersama Dubes Kerajaan Thailand untuk Indonesia, Songphol Sukchan bersama konsultan Manakorn Mekprayoonthong, Rabu (12/2). F.Peri Irawan / Batam Pos

PRO PINANG – Upaya menangani proses pemulangan warga negara Thailand agar lebih cepat dan tepat, Duta Besar (Dubes) Kerajaan Thailand untuk Indonesia, Songphol Sukchan bersama konsultan Manakorn Mekprayoonthong mendatangi tujuh orang warganya yang dititipkan di Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Pusat Tanjungpinang.

Kepala Divisi Administrasi Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Kepri, Ajar Anggono mengatakan, saat Dubes mengunjungi salah satu blok untuk melihat warganya sepertinya terkesan dengan pelayanan yang diberikan Rudenim yang sesuai tugas dan fungsinya.

“Ini bisa membuat hubungan persahabatan dua negara semakin bagus,” kata Ajar saat wawancara usai menemani Dubes Kerajaan Thailand mengunjungi blok yang ditempati warganya, Rabu (12/2) kemarin.

Ajar menyampaikan, keberadaan warga Thailand di Rudenim Pusat Tanjungpinang juga dirawat dengan baik, hal itu menambah kesan baik kepada pihak Dubes Thailand.

“Kami sangat terhormat sekali dengan kunjungan Dubes Thailand ini,” ucapnya.

Sementara itu Kepala Rudenim Pusat Tanjungpinang, Ibnu Ismoyo menyampaikan kedatangan kedutaan besar Thailand tersebut, untuk  menyesuaikan data terhadap warga negara Thailand yang ditahan di Rudenim Pusat Tanjungpinang.

Kepala Divisi Administrasi Kanwil Kemenkumham Kepri, Ajar Anggono bersama Dubes Kerajaan Thailand untuk Indonesia, Songphol Sukchan bersama konsultan Manakorn Mekprayoonthong, Rabu (12/2). F.Peri Irawan / Batam Pos

“Ada tahapan atau proses verifikasi yang harus dilakukan oleh kedutaan Thailand, jika itu memang warga negara Thailand maka akan dipulangkan segera,” ungkapnya.

Saat ini, kata Ismoyo pemerintah Indonesia tengah berupaya untuk berkoordinasi dengan negara lain dalam rangka memulangkan Warga Negara Asing (WNA) yang ada di Rudenim Pusat Tanjungpinang.

“Juga dilakukan Kanwil Kemenkumham Kepri untuk menyelesaikan permasalahan pemulangan WNA di Rudenim Pusat Tanjungpinang,” tambahnya.

Ia menyebutkan, selama ini kendala pemulangan WNA ke negaranya berada pada kedutaannya masing-masing, namun untuk negara Thailand luar biasa responnya cepat.

“Ke tujuh WNA Thailand itu sudah ditahan sekitar 4-5 tahun akibat kasus illegal fishing, dan saat ini sudah melewati semua proses hukum yang berlaku di negara kita,” tegasnya. (cr2)