Kepala Biro Administrasi Pembangunan (BAP) Pemprov Kepri, Aries Fhariandi. F.Dokumen pribadi untuk Batam Pos

PRO PINANG – Kepala Biro Administrasi Pembangunan (BAP) Provinsi Kepri, Aries Fhariandi mengatakan empat kegiatan strategis yang dilakukan perpanjangan waktu pekerjaan rampung pada akhir bulan ini. Sementara untuk kegiatan strategis 2020, masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diharapkan segera mengajukan lelang.

“Memang masih terdapat empat proyek strategis pembangunan di Provinsi Kepri tahun 2019 yang belum selesai hingga memasuki tahun 2020 ini. Bisa dipastikan seluruh pembangunan strategis tersebut selesai di akhir bulan Februari ini, “ujar Aries Fhariandi, kemarin di Tanjungpinang.

Dijelaskannya, keempat kegiatan yang diberikan kebijakan perpanjangan waktu pekerjaan tersebut adalah Pembangunan Jembatan Pulau Parit, Karimun, pembangunan SMA Negeri 13 Karimun, pembangunan Pelabuhan Teluk Durian, Anambas dan pembangunan Tribun Stadion Dompak, Tanjungpinang. Menurut Aries, beberapa dari kegiatan tersebut dilaporkan telah selesai.

“Keterlambatan selesainya proyek strategis pembangunan tahun 2019 tersebut dikarenakan persoalan yang berbeda-beda. Baik itu keterlambatan pelaksanaan kegiatan, lambatnya proses lelang hingga dikarenakan persoalan cuaca dan lainnya, “jelasnya.

Pada kesempatan itu, ia juga mengharapkan OPD pemegang proyek strategis 2020 untuk bergerak cepat dalam mengajukan lelang kegiatan yang diplot untuk mendukung Indikator Kinerja Utama (IKU) Pemerintah Provinsi Kepri. Lebih lanjut katanya, Pemprov Kepri sudah menetapkan 74 kegiatan strategis yang tersebar di 11 OPD di lingkungan Pemprov Kepri. Namun dari jumlah tersebut baru sejumlah kegiatan yang sedang dalam proses lelang.

Disebutkannya, kegiatan yang dalam proses tender tersebut adalah peningkatan kapasitas infrastruktur jalan provinsi pada ruas Trans Batubi-Kelarik, Kabupaten Natuna senilai Rp35 miliar. Kemudian satu kegiatan lainnya adalah pemeliharaan berkala jalan provinsi pada ruas jalan Simpang Marina City-Simpang Basecamp, Batam sebesar Rp24 miliar.

“Perkembangan kegiatan lelang terus disampaikan pada rapat evaluasi awal pekan, “jelasnya lagi.

Belum lama ini, Plt Gubernur Kepri Isdianto mengatakan, dirinya akan mengevaluasi satu persatu OPD yang memiliki kegiatan strategis. Rencana kegiatan apa saja yang sudah tayang kedalam SIRUP. Ia berharap, proses lelang semua kegiatan strategis tahun ini tuntas pada Triwulan ke II nanti. Sehingga tidak ada lelang yang terlambat lagi dilakukan oleh Lembaga Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Pemprov Kepri.

“Kita sudah melakukan evaluasi pelaksanaan kegiatan APBD Kepri TA 2019 lalu. Masih ada kegiatan yang lelang terlambat, sehingga penyelesaiannya harus melalui perpanjang waktu. Tentu persoalan yang sama jangan sampai terulang kembali pada tahun ini, “ujar Isdianto.

Serperti diketahui, Pemerintah Provinsi Kepri lewat APBD Kepri Tahun Anggaran (TA) 2020 menetapkan 74 proyek strategis yang akan dikerjakan pada tahun ini. Kegiatan senilai Rp519.750.886.189 atau 31,17 persen dari APBD Kepri sebesar Rp3.945.833.287.695 tersebut tersebar di 11 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ada di lingkungan Pemprov Kepri. Meskipun secara kuantitas mengalami penurunan, namun dari sisi anggaran terjadi kenaikan yang signifikan dibandingkan dengan kegiatan strategis 2019 lalu. (jpg)