Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Tanjungpinang, Irwanto Suhaili. F.Peri Irawan / Batam Pos

PRO PINANG – Pengawasan masuknya Tenaga Kerja Asing (TKA) ke Tanjungpinang terus dijaga ketat hingga masalah virus corona tidak lagi meresahkan masyarakat Tanjungpinang.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Tanjungpinang, Irwanto Suhaili menyampaikan hingga saat ini pihaknya masih menjalankan aturan dari pusat dengan tidak memberikan visa on arrival (VoA), namun jika larangan itu sudah dicabut akan kembali diberlakukan.

“Khusus di imigrasi sudah kami lakukan,”kata Irwanto, Kamis (13/2).

Menurutnya pengawasan WNA oleh instansi lain selama masalah virus corona belum selesai, seperti Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), termasuk di pelabuhan juga sudah diawasi dengan ketat terutama Pelabuhan Internasional Sri Bintan Pura (SBP) Tanjungpinang, juga melakukan hal yang sama.

Untuk pengawasan WNA di Tanjungpinang sudah dibentuk tim pengawasan orang asing (Pora) yang di dalamnya tergabung dari pihak Kepolisian, Kejaksaan, TNI AL, dalam waktu dekat akan melakukan pengawasan.

“Awal Maret 2020 kami lakukan pengawasan bersama stakeholder terkait,” ujarnya.

Hingga saat ini semua TKA yang bekerja di Pulau Bintan sudah menjalani prosedur dengan baik, memiliki izin yang jelas sesuai aturan. Selama pengawasan yang dilakukan pihak imigrasi belum ditemukan TKA yang masuk secara ilegal.

“Jika ditemukan seperti yang sudah-sudah akan kami deportasi, “tegasnya.

Saat ini TKA yang bekerja di Tanjungpinang dalam pengawasan Imigrasi berjumlah sekitar 260 orang, dikatakan Irwanto sebelum masalah virus corona muncul para TKA sudah banyak yang kembali ke negara asalnya.

“Namun jika mereka (TKA) minta izin lagi jika ada proyek yang belum selesai dan tidak bisa dikerjakan orang Indonesia maka itu dipersilahkan,” tambahnya.

Hingga saat ini belum ada TKA yang berasal dari Wuhan, sebab Tiongkok juga melarang warganya untuk berkunjung ke luar negaranya.

“Yang bekerja saat ini masih memiliki izin kerja,” imbuhnya. (cr2)