Siswa sedang membagikan tas hasil kerajinan kepada pengendara, Jum’at (14/2). F.Peri Irawan / Batam Pos.

PRO PINANG – Belasan siswa SMA N 5 Tanjungpinang bagikan kerajinan hasil pengolahan karung beras bekas menjadi tas yang bernilai guna kepada pengendara di Perempatan Lampu Merah Pamedan.

Kepala Sekolah SMA N 5 Tanjungpinang, Yusserizal mengatakan tas yang dibagikan tersebut merupakan hasil karya siswa dari mata pelajaran kewirausahaan.

“Siswa diajarkan memanfaatkan barang-barang bekas diolah menjadi tas yang bernilai guna, “kata Yusserizal, saat wawancara di Lapangan Pamedan, Jum’at (14/2).

Dijelaskan Yusserizal karung beras bekas itu dipotong kemudian dihias hingga membentuk seperti tas yang bisa digunakan masyarakat untuk belanja ke pasar, sehingga mengurangi penggunaan kantong plastik.

Siswa sedang membagikan tas hasil kerajinan kepada pengendara, Jum’at (14/2). F.Peri Irawan / Batam Pos.

“Juga ada yang dihias menggunakan sisa pemotongan kain batik, menjadi lebih menarik, “ujarnya.

Kata Yusserizal pada pagi itu tidak hanya dibagikan di di Perempatan Lampu Merah Pamedan tapi juga dibagikan di sekitaran Pasar Baru Tanjungpinang, kepada masyarakat yang akan berbelanja ke pasar.

“Totalnya sekitar 200 tas yang dibagikan, “ucapnya.

Ia mengatakan pengerjaan tas karung bekas itu, digunting oleh siswa di sekolah, kemudian dibawa pulang untuk dijahit sebab saat ini pihak sekolah belum memiliki mesin jahit tersebut.

Siswa foto bersama usai membagikan tas hasil kerajinan kepada pengendara, Jum’at (14/2). F.Peri Irawan / Batam Pos.

“Setelah dijahit dibawa lagi ke sekolah, ke depan mesin jahitnya sedang diusahakan, biar bisa dijahit di sekolah saja, “tambahnya.

Dalam satu hari saat jam pelajaran, jika dijahit sendiri bisa menghasilkan sekitar 20 tas.

“Kami berharap pemanfaatan barang bekas seperti ini bisa berkembang di masyarakat, “tambahnya. (cr2)