Kapolres Tanjungpinang, Muhammad Iqbal. F.Peri Irawan / Batam Pos

PRO PINANG – Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polres Tanjungpinang masih melakukan investigasi terkait raibnya uang hasil perampokan sebesar Rp55 juta yang tercecer dan hilang saat penangkapan pelaku. Selain meminta keterangan anggota polisi yang melakukan penangkapan, tim investigasi juga meminta keterangan Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang.

Kapolres Tanjungpinang, AKBP Muhammad Iqbal mengatakan, dari hasil pemeriksaan, tim investigasi belum menemukan adanya pelanggaran yang dilakukan anggota polisi yang melakukan penangkapan empat pelaku perampokan nasabah bank.

“Kasat Reskrim juga dimintai keterangan. Sejauh ini, belum ditemukan indikasi pelanggaran,” jelas Iqbal, Jumat (14/2).

Investigasi berawal dari terungkapnya fakta di persidangan empat terdakwa kasus perampokan nasabah bank. Salah seorang terdakwa yakni Rusdi dihadapan majelis hakim mengaku, saat penangkapan dirinya, ia tidak pernah membuang tas ransel berisi uang Rp 55 juta hasil perampokan. Menurutnya, saat dirinya tertangkap, uang tersebut ikut diamankan di Mapolres Tanjungpinang.

Masih dari fakta persidangan, dua saksi dari kepolisian menyatakan, saat akan melakukan penangkapan, Rusdi sempat melarikan diri dan diberikan tembakan peringatan. Setelah pelaku tertangkap, saksi menyatakan tidak menemukan tas yang diakui pelaku berisi uang. Saksi hanya mengamankan barang bukti berupa dompet dan ponsel milik pelaku.

Seperti diketahui, Satreskrim Polres Tanjungpinang membekuk komplotan perampok nasabah bank di kawasan Desa Toapaya Selatan, Kecamatan Toapaya Batu 16, Bintan, pada November 2019 lalu. Empat pelaku yakni Rusdi, Teguh, Wahyuni dan Marsuk yang berhasil menggasak uang nasabah sebesar Rp 215 juta tersebut, terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas karena berusaha melarikan diri saat akan ditangkap. Namun saat penangkapan, pihak kepolisian hanya mengamankan uang rampok sebesar Rp 155 juta. (odi)