ilustrasi

PRO PINANG – Meskipun pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkda) Gubernur Kepri bersama enam Kabupaten/Kota digelar serentak, namun tidak terjadi efesiensi anggaran sedikitpun. Secara keseluruhan bagi kebutuhan penyelenggaraan, pengawasan, dan pengamanan Pilkda Kepri 2020 menyedot APBD Kepri sebesar Rp163,6 miliar atau mengalami kenaikan sebesar Rp56 miliar (34,22 persen) dibandingkan Pilkda 2016 lalu.

Berdasarkan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) yang ditandatangani antara Pemprov Kepri dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), dan Polda Kepri semua melihatkan terjadi peningkatan kebutuhan yang diajukan ketiga lembaga tersebut. KPU Provinsi Kepri mendapatkan bagian sebesar Rp98,2 miliar atau naik Rp35,7 miliar (36,35 persen) dibandingkan pelaksanaan Pilkada 2016 lalu yang menghabiskan anggaran Rp62,5 miliar.

Kemudian Bawaslu Provinsi Kepri mendapatkan anggaran Rp49 miliar bagi pengawasan Pimilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri supaya berjalan jujur dan adil (jurdil). Jumlah tersebut juga mengalami peningkatkan sebesar Rp16,2 miliar atau naik 33,06 persen. Sedangkan Polda Kepri mendapat jatah pengamanan sebesar Rp16,4 miliar atau meningkat sebesar Rp4,1 miliar. Karena pada Pilkada yang lalu, lembaga tersebut mendapatkan bagian sebesar Rp12,3 miliar.

“Alokasi anggaran yang masing-masing sudah kita sepakati dalam NPHD sudah dihitung berdasarkan kebutuhan saat ini. Memang cukup besar, tentu untuk menutupi kebutuhan kita melakukan penyesuaian pada saat pembahasan APBD Kepri 2020 lalu, “ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kepri, TS Arif Fadillah, Jumat (14/2) lalu di Kantor Gubernur Kepri, Tanjungpinang.

Menurut Arif, dengan telah dilakukannnya MoU NPHD dengan masing-masing pihak terkait, Pemerintah Provinsi Kepri berharap pelaksanaan Pilkada 2020 di seluruh daerah ini berlangsung aman. Meski pilkada belum masuk tahap kampanye, Pemprov ingin memastikan pelaksanakaan pemilihan nantinya berjalan dengan baik. Salah satu yang harus diantisipasi adalah masalah keamanan. Selain itu ia juga berharap baik KPU dan Bawaslu juga bertanggungjawab pada tugas masing-masing.

“Pilkda serentak kali ada selain Provinsi Kepri juga ada enam kabupaten/kota yang turut terlibat. Tentu kita ingin semua proses berjalan dengan baik, dan menghasilkan pemimpin yang baik juga untuk pembangunan Kepri kedepan, “jelas Arif.

Ketua KPU Provinsi Kepri Sriwati mengatakan, kebutuhan sebesar Rp98,2 miliar tersebut diperuntukan bagi keperluan penyelenggaraan Pilkda dan badan adhoc yang terdiri dari PPK, PPS, KPPS, dan PPDP. Menurutnya, menyikapi terbatasnya kemampuan anggarand daerah, KPU Provinsi Kepri memangkas jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada Pilkada serentak 2020 mendatang. Apabila sebelumnya setiap TPS 300 pemilih, maka nanti jumlah pemilih disetiap TPS menjadi 500 orang.

“Tentu dengan kebijakkan itu, ada pengurangan jumlah TPS. Kami mengajukan kebutuhan sesuai dengan perhitungan yang ada, dan sudah disepakati dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah sebelum dituangkan dalam NPHD, “ujar Sriwati.

Komisioner Bawaslu Kepri, Indrawan Susilo membenarkan jumlah tersebut mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan alokasi Pilkada 2016 lalu. Angka kenaikannya mencapai hampir Rp16 miliar. Menurutnya, kondisi ini terjadi karena sesuai dengan adanya perubahan kebijakkan untuk sistem pengawasan Pilkada 2020 nanti. Pada 2016 lalu tidak ada pengawas TPS, namun sejak Pemilu lalu sudah ada pengawas TP.

Disebutkannya, dari anggaran yang sudah disepakati bersama Pemprov Kepri tersebut, sebanyak 56 persen atau sebesar Rp27,4 miliar akan diperuntukan bagi biaya operasional badan Adhoc. Sedangkan sisanya merupakan biaya oprasional Bawaslu, baik untuk oprasional pengawasan, sosilisasi dan lain-liannya yang sudah diagendakan sesuai tahapan.

“Untuk biaya badan adhoc ini mulai dari honor pengawas di Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Kecamatan, kelurahan dan desa. Selain itu juga untuk pelaksanaan pilkada tahun ini honor badan adhoc mengalami kenaikan, sesuai intruksi dari Kemenkeu RI dan berlaku di seluruh Indonesia, “jelasnya. (jpg)