Legislator Komisi II DPRD Kepri, Rudy Chua.F.Istimewa

PRO PINANG – Legislator Komisi II DPRD Kepri Rudy Chua, meminta Dinas Perdagangan dan Industri (Disprindag) Provinsi Kepri turun tangan mengawal harga barang-barang ditengah masyarakat, khususnya produk-produk sanitas seperti hand sanitizer yang harganya sudah dibatas kewajaran. Kenaikan harga yang berlipat ganda tersebut disebabkan oleh gejolak virus corona yang berkembang, padahal Kepri belum ada ditemukan wabah tersebut.

“Tadi pagi (kemarin,red) saya bertemu dengan salah satu warga yang ingin membeli produk hand sanitizer disalah satu apotik yang ada dibelakang Polresta Tanjungpinang. Ia terkejut bukan kepalang, sejatinya hanya harga Rp13 ribu sekarang menjadi Rp45 ribu,” ujar Rudy Chua, kemarin di Tanjungpinang.

Politisi Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) tersebut langsung melakukan klarifikasi ke pihak apotik terkait. Lebih lanjut katanya, dari penjelasan yang ia dapat, kenaikan tersebut bukan dari pihak apotik, melainkan dari distributor. Kondisi serupa juga terjadi beberapa waktu lalu, mengenai melonjaknya harga masker di Provinsi Kepri. Ditegaskan Rudy, jangan sampai gejolak virus corona yang tidak ditemukan di Provinsi Kepri ini, dimanfaatkan pihak terkait untuk meraup keuntungan.

“Tentu miris kondisinya, ketika belum ditemukan virus corona saja, harga-harga sanitasi yang dibutuhkan sesuai anjuran pemerintah malah dinaikan berlipa ganda. Seharusnya jika semua pihak ingin membantu program pemerintah, tentu tidak memanfaatkan situasi mencari keuntungan,” tegas Rudy.

Atas dasar itulah, Pembina Ikatan Tionghoa Muda (ITM) Provinsi Kepri meminta Disprindag Provinsi Kepri bersama pihak kepolisian, dan Badan Pengawas Obat dan Makanan membentuk tim turun ke lapangan. Jangan hanya garang ketika melakukan razia tentang Standar Nasional Indonesia (SNI). Sementara terjadi kenaikan-kenaikan barang-barang tertentu yang dibutuhkan masyarakat untuk mendukung program kesehatan pemerintah. Situasi ini tentu merugikan bagi konsumen dan harus mendapatkan perhatian sesuai dengan Undang-Undang Perlindungan Konsumen.

“Apalagi produk-produk hand sanitizer merupakan salah satu anjuran yang dikeluarkan oleh pemerintah. Baik itu untuk disekolah, perhotelan, rumah sakit, dan tempat-tempat vital lainnya. Karena tujuannya adalah untuk menjaga kesehatan dan mencegah jangan sampai timbulnya virus yang dikhawatirkans sekarang ini,” tutup Rudy Chua.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Industri (Disprindag) Provinsi Kepri, Burhanuddin Husein mengatakan, gejolak naiknya harga produk kesehatan seperti masker dan sanitizer terjadi secara nasional. Ditegaskannya, Kementerian Perdagangan sudah memberikan penegaskan atau warning bagi distributor yang menjual produk kesehatan yang dibutuhkan untuk mencegah penyebaran virus tertentu diatas harga rata-rata.

“Sejauh ini kami belum mendapatkan laporan secara resmi, meskipun demikian Bidang Perdagangan Dalam Negeri (PDN) Disprindag Kepri tetap melakukan pengawasan di lapangan. Kita juga akan klarifikasi langsung ke apotik terkait, apa yang menjadi penyebab terjadi kenaikan harga produk sanitizer tersebut,” tegas Burhanuddin Husein, kemarin di Tanjungpinang. (jpg)