Kasat Narkoba Polres Tanjungpinang, AKP Chrisman Panjaitan (tengah) menunjukkan dua pelaku dan barang bukti sabu. F.Yusnadi Nazar / Batam Pos

PRO PINANG – Satnarkoba Polres Tanjungpinang tengah memburu bandar sabu jaringan internasional yang bersembunyi di daerah Kepri. Bandar berinisial A ini, diketahui berperan memasok dan mengendalikan peredaran sabu dari Malaysia ke Tanjungpinang.

Kasat Narkoba Polres Tanjungpinang, AKP Chrisman Panjaitan mengungkapkan, keberadaan bandar sabu tersebut, terungkap dari penangkapan dua kurir sabu di dua tempat berbeda. Awalnya, petugas menangkap kurir inisial AR di Pangkalpinang, Rabu (12/2).

Saat penggeledahan, petugas mengamankan sabu seberat 1,5 kilogram dari tangan pelaku.

“Barang bukti sabu dikirim langsung dari Malaysia ke Tanjungpinang melalui pelabuhan tidak resmi, paket sabu yang dibungkus karung dikirim ke Pangkalpinang melalui jalur ekspedisi, “ungkap Chrisman di Mapolres Tanjungpinang, Kamis (20/2).

Selanjutnya, setelah dilakukan pengembangan, petugas juga menangkap kurir inisial RD di perumahan Botania Batam, Kamis (13/2). Saat penggeledahan, petugas menyita 7 kilogram sabu dari tangan pelaku.

“Paket sabu dikirim dari Malaysia ke Tanjungpinang lalu masuk ke Pantai Melayu Batam, “kata Kasat.

Dua pelaku yang diupah sebesar Rp 15 juta ini, dikendalikan oleh seorang bandar narkotika jaringan internasional. Saat ini, petugas tengah menelusuri keberadaan bandar tersebut.

“Identitasnya sudah diketahui. Masih dilakukan pengejaran, “beber Chrisman.

Atas perbuatannya, dua kurir dijerat Pasal 114 ayat 2 Jo 112 Undang undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dengan ancaman pidana 6 hingga 20 tahun penjara dan pidana penjara seumur hidup.

“Kami masih melakukan pengembangan terkait jaringan narkotika internasional ini, “jelas Chrisman. (odi)