Plt Gubernur Kepri, H Isdianto. F.Humas Pemprov Kepri untuk Batam Pos

PRO PINANG – Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Kepri, Isdianto mengatakan Pulau Bintan (Tanjungpinang-Bintan) sangat membutuhkan kemandirian listrik, karena sistem interkoneksi tidak selamanya menjamin kebutuhan listrik terpenuhi untuk kepentingan pembangunan maupun investasi. Ia optimis, dengan lahirnya Jembatan Batam-Bintan (Babin) pergerakan pembangunan akan bergeser ke Bintan dan Tanjungpinang.

“Untuk jangka panjang memang kita membutuhkan kemandirian listrik, maka dari itu kita dukung penuh rencana PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangkit Sumatera (UIPKITSUM) untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 2×100 di Bintan, “ujar Isdianto, kemarin di Tanjungpinang.

Menurut Isdianto, pihaknya memang ada menerima surat permohonan bantuan terkait pengadaan lahan untuk pembangunan infrastruktur dari pihak PLN. Ditegaskannya, sesuai kewenangan ia sudah mendisposisikan ke Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Kepri terkait. Karena rencana tersebut tentunya berkaitan dengan tugas dan fungsi dari Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Pertanahan, serta Badan Perencanaan Penelitian dan Pembangunan (Barenlitbang), karena menyangkut tata ruang.

“Bagaimana perkembangannya sampai saat ini saya masih belum mendapatkan laporan. Selain itu tentunya kita juga minta dukungan Pemkab Bintan untuk membantu menyelesaikan persoalan yang menjadi kendala pihak PLN, “tegas Isdianto.

Sementara itu, Sekretari Daerah (Sekda) juga menyambuat baik rencana strategis IUPKITSUM yang ingin membangun kemandirian listrik di Pulau Bintan. Menurut Sekda, ada baiknya pihak PLN juga berdiskusi langsung bersama Pemerintah Provinsi Kepri. Karena sampai saat ini, hanya melalui surat.

“Artinya jika ada penjelasan lebih lanjut, tentu kita juga memahami secara kongkrit. Kapan target pembangunan dan kapan target operasinya, “ujar Sekda Arif menambahkan.

Terpisah, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kepri, Hendri Kurniadi mengatakan, terkait rencana strategis PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangkit Sumatera (UIPKITSUM) untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dengan kapasitas 2×100 mega watt (mw) sudah ditindaklajuti oleh Pemprov Kepri. Menurutnya, bentuk respon yang diberikan adalah menindaklajuti surat permohonan yang diajukan ┬áPLN Persero pada Agustus 2019 lalu. Namun masih ada beberapa persoalan yang harus diselesaikan.

“Pemprov Kepri sudah memfasilitasi rapat persiapan oleh Badan Perencanaan Penelitian dan Pembangunan (Barenlitbang) Provinsi Kepri pada Agustus 2019 untuk persiapan tanah PLTU tersebut, “ujar Hendri Kurniadi.

Mantan Kepala Bagian (Kabag) Protokol Pemprov Kepri tersebut menjelaskan, dari proses yang sudah dilakukan, ada beberapa kesimpulan yang didapat. Pertama Pemprov Kepri meminta PLN Persero untuk menyempurnakan kajian terkait rencana strategis pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dengan kapasitas 2×100 mega watt (mw) tersebut. Kedua, lokasi yang dipilih sebagai titik yang dicadangkan masih bermasalah, karena tumpang tindih pemilik.

“Tim Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) menyarankan untuk lokasi dikoordinasikan dengan tim tata ruang Provinsi Kepri. Namun sampai sekarang belum ada tindaklajutnya. Karena kewenangan tata ruang bukan di kami, “tegas Hendri.

Masih kata Hendri, terkait masalah status lahan,  memang masih terdapat beberapa pihak yang mengakui sebagai pemilik lahan yg direncanakan untuk pembangunan PLTU oleh PT PLN (Persero). Menyiasati hal itu, PT PLN (Persero) diminta untuk memperbaiki Dokumen Perencanaan Pengadaan Lahan pembangunan PLTU yang telah disampaikan. Dengan terlebih dahulu berkonsultasi dengan pihak-pihak dan instansi terkait.

“Maka dari itu, juga disarankan membuat beberapa opsi pilihan lokasi yang dinilai lebih memungkinkan untuk pembangunan PLTU tersebut. Tambahan pasokan listrik memang dibutuhkan, bagi kepentingan pembangunan strategis daerah di Pulau Bintan, “tutup Hendri Kurniadi. (jpg)