Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kepri, Buralimar.F.Istimewa

PRO PINANG – Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Kepri, Buralimar mengatakan wabah virus corona yang melanda Tiongkok turut memberikan konsekuensi berkurangnya Wisatawan Mancanegara (Wisman) dari negeri Tirai Bambu tersebut ke Provinsi Kepri. Meskipun demikian, pihaknya tetap akan mengejar kunjungan wisman pada 2020 ini diatas target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kepri 2016-2021.

“Meruntut pada RPJMD target kunjungan wisman ke Kepri sekitar 2,5 juta. Namun kami akan bekerja ekstra, tingkat kunjungan wisman di 2020 setidaknya diatas capain 2019 atau pada angka 3 juta, “ujar Buralimar, pertengahan pekan lalu di Kantor DPRD Kepri, Tanjungpinang.

Dijelaskannya, meskipun dari Kepri ada penerbangan langsung ke Tiongkok, namun hanya tercatat 286.512 (10 persen) wisman yang datang berwisata ke Kepri sepanjang Januari-Desember 2019. Karena secara keseluruhan ada 2.864.795 wisman dari berbagai negara yang datang ke Provinsi Kepri dari empat pintu masuk internasional, Batam, Bintan, Karimun, dan Tanjungpinang. Diakuinya, kunjungan wisman Tiongkok memang berada diposisi ketiga setelah Singapura dan Malaysia.

“Tahun ini, Pemerintah Provinsi Kepri melalui Dispar Kepri akan fokus melakukan promosi-promosi pariwisata di Provinsi Kepri. Kita saat ini terus berupaya untuk gencar melakukan berbagai Promosi Wisata untuk mendongkrak kunjungan wisatawan ke Kepri, “jelas Buralimar.

Menurut Buralimar, upaya yang dilakukan baik itu melalui beberapa kegiatan event-event yang di buat untuk menarik kunjungan wisatawan ke Provinsi Kepri. Selain itu juga dengan menciptakan beberapa event pariwisata dan destinasi wisata baru yang ada di Kepri. Atas dasar itulah, untuk tahun 2020 ini pihaknya optimis kunjungan wisatawan ke Provinsi Kepri mampu mencapai 3 juta kunjungan. Peningkatan jumlah kunjungan wisatawan ini lanjut Buralimar diharapkan dapat berkontribusi dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah PAD Kepri.

“Saat ini Kemenpar tidak lagi menjadikan kunjungan Wisman sebagai paramater. Kita akan terus berbenah, baik itu memberikan pelayanan bagi wisman maupun bagi wisatawan nusantara (wisnus), “tutup Buralimar.

Terpisah, Ketua Komisi II DPRD Kepri, Iskandarsyah mengatakan Provinsi Kepri berada diurutan kedua secara nasional terkait kunjungan wisman pada 2019 tentu menjadi sinyal bahwa Kepri memiliki kelebihan tersendiri dibandingkan daerah lainnya. Meskipun demikian, pihaknya terus mendorong percepatan penyelesaian Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP3K).

“Regulasi itu kita butuhkan, bukan hanya untuk penataan ruang laut Kepri saja. Tetapi juga berkaitan dengan rencana strategis tentang pembangunan pariwisata Provinsi Kepri kedepannya, “ujar Iskandarsyah yang merupakan politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut. (jpg)