PRO PINANG – Sebanyak 32 sekolah masih menumpang untuk mengikuti ujian nasional berbasis komputer (UNBK). Hal ini karena keterbatasan perangkat pendukung yang dimiliki sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Batam, Hendri Arulan, mengatakan, tahun ini ada 185 SMP baik negeri maupun swasta yang sudah dikonfirmasi ikut UNBK April mendatang. Selain digelar mandiri, beberapa sekolah memang masih numpang karena kurangnya saran dan prasarana.

”UNBK 100 persen. Namun masih belum mandiri semua. Seperti hinterland dan beberapa sekolah mainland lainnya,” kata dia, Senin (2/3).

Penyelenggaraan UNBK ini merupakan tahun terakhir. Sebab, tahun depan sesuai dengan kebijakan terbaru, UN akan dihapuskan. Untuk itu, pihaknya tidak menganggarkan untuk penambahan komputer tahun ini.

Beberapa sekolah yang mandiri, masih meminjam laptop dari orangtua siswa. Hal ini karena ketersediaan komputer sekolah tidak cukup. Selain itu, ujian juga akan digelar dalam tiga sesi, sesuai dengan banyak komputer yang tersedia.

F. Cecep Mulyana/Batam Pos
Siswa-siswi SMPN 42 Batam mengerjakan mata pelajaran Bahasa Indonesia pada UNBK 2019 lalu. Tahun ini, beberapa sekolah masih akan menumpang untuk mengikutkan siswanya saat UNBK 2020, April mendatang.

”Jadi laptopnya disetel untuk UN. Sekolah sudah minta bantuan orangtua. Sehingga sarana pendukung ini cukup untuk mengakomodir semua siswa,” imbuhnya.

Mengenai persiapan, Hendri mengaku sudah 100 per-sen. Sekolah sudah menggelar uji coba dan simulasi pelaksanaan UN. Hal ini membantu siswa saat pelaksanaan nantinya.

”Kalau sekolah paling persiapan servernya harus siap. Nanti juga akan menyurati PLN terkait pelaksanaan UNBK ini. Jangan sampai mati listrik saat ujian,” terangnya.

Meskipun bukan penentu kelulusan, ia berharap semua siswa tetap serius mengikuti UNBK. Siswa diharapkan bisa berusaha maksimal dan mendapatkan nilai terbaik.

”Kalau nilai bagus, bisa lanjut ke jenjang pendidikan yang lebih bagus juga. Mudah-mudahan hasilnya lebih baik dari tahun lalu,” harapnya.

Kepala SMPN 3 Batam, Wiwiek Darwiyati mengatakan, tahun ini masih meminjam laptop dari orangtua siswa. Nantinya, laptop tersebut akan diatur sesuai kebutuhan UNBK.

”Jadi, mereka pakai laptop sendiri. Sedangkan yang tidak punya akan menggunakan komputer sekolah,” sebutnya. (yui)