PRO PINANG – Dinas Perhubungan (Dishub) Batam akan menindaklanjuti kesepakatan penerapan jadwal kerja sopir angkot dengan sistem sif. Untuk di-ketahui, penerapan sif dilakukan guna menghindari sopir ’tembak’, badan usaha angkot telah diberi waktu hingga Maret ini.

”Waktu itu mereka minta waktu dua minggu. Artinya Maret ini harus berlaku,” kata Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Batam, Edward Purba, kemarin.

Untuk diketahui, merujuk pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) beberapa waktu lalu di DPRD Batam, angkot harus menerapkan sistem sif pada sopirnya. Selain itu, sopir yang bertugas juga harus dibekali identitas.

”Mulai pekan ini hingga batas waktu yang tidak ditentukan akan kami lakukan pengawasan, apakah kesepakatan ini dijalankan atau tidak,” imbuhnya.

Kepala Bidang Angkutan Dishub Batam, Syahrul Bahri, menyampaikan hal serupa. Menurutnya, perihal pengecekan lebih lanjut kesepakatan ini, dalam beberapa hari ke depan akan dilakukan.

Ia mengatakan, masih ada beberapa badan usaha yang belum menyerahkan data sopir yang membawa angkutan di bawah badan usaha masing-masing. Data sopir ini akan menjadi dasar atau rujukan Dishub terkait sopir yang benar-benar merupakan sopir angkot tertentu.

F. Dalil Harahap/Batam Pos
Angkutan umum melintas di Jalan Brigjen Katamso, Tanjunguncang, Batuaji, Senin (3/2).

”Masih ada yang belum menyerahkan data sopirnya. Data ini perlu, misalnya ada mobil pelat polisi sekian, dua sopirnya ini (identitas sopir, red). Masih sebagian kecil lagi,” ujarnya.

Ia menyebutkan, angkot trayek Dapur 12-Jodoh dengan jumlah 150-an angkot, kemungkinan akan diserahkan hari ini. Sedangkan trayek Tanjunguncang-Jodoh dari total 72 kendaraan yang menyerahkan data sopirnya, baru setengah dari total kendaraan tersebut.

”Kami tunggu satu dua hari ini dilengkapi, kalau tidak juga kami akan beri surat peri-ngatan,” ujarnya.

Sementara trayek Jodoh-Nongsa, Syahrul menyebutkan, rata-rata sudah melebihi usia operasional dengan jumlah angkot 255 unit.

”Untuk yang melebihi usia operasional, akan razia secara hunting,” katanya.

Sebelumnya, Kepala Dishub Batam, Rustam Effendi me-ngatakan perihal penindakan angkot akan dilakukan dengan sistem hunting. Yakni, dengan mendatangi langsung tempat angkot berkumpul.

Bagi yang kedapatan tidak laik jalan karena tidak kir maupun sudah uzur, kemudian akan diangkut ke Kantor Dishub untuk proses lebih lanjut.

“Seperti kami datangi langsung ke pool (markas) angkot,” kata Rustam beberapa waktu lalu.

Ia memaparkan, berbagai kegiatan akan terus digalakkan Dishub. Bahkan, pihaknya telah berkomitmen dengan pihak lain terkait lalu lintas, juga badan usaha angkot Batam dan menyepakati beberapa hal.

Pertama, angkot yang tua atau melebihi usia operasional, akan langsung dikandangkan. Kedua, angkutan yang masih memenuhi usia operasional namun tidak laik jalan karena masalah kir, akan dibawa ke Dishub Batam.

Kemudian, pemilik kendaraan diminta untuk memperbaiki kendaraannya hingga laik jalan.

“Yang ketiga, data sopir sudah kami kantongi. Kami telah minta bagi sif, sopir pertama pukul 06.00 WIB hingga pukul 14.00 WIB. Sedangkan sopir kedua, pukul 14.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB,” ungkap dia.

Keempat, sopir yang bertugas dilengkapi seragam dan kartu identitas yang berisi nama, hingga nomor anggota yang bersangkutan. Lalu yang kelima, pihaknya akan membuat narahubung (call center) tentang angkutan agar masyarakat dapat langsung melapor jika mendapati aktivitas angkot yang tidak sesuai aturan. (iza)