PRO PINANG – Humas Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) I Batam, Yarliansyah, menjelaskan program belajar empat tahun merupakan kurikulum nasional untuk mendukung program revitalisasi SMK yang dicanangkan Presiden RI Joko Widodo.

Melalui kelas empat tahun siswa akan belajar selama empat tahun dengan sistem tiga tahun belajar di sekolah dan satu tahun praktik di lokasi perusahaan yang sudah ada kerja sama. Program belajar empat tahun ini orientasinya untuk mencetak lulusan SMK siap diserap sebagai tenaga kerja. Jikapun nanti siswa melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi yang sudah ada kerja sama seperti Poltek Negeri Batam, sudah setara dengan semester tiga atau tahun ajaran kedua. Sejumlah mata kuliah langsung disesuaikan dengan mata pelajaran yang didapat selama empat tahun belajar di SMKN I Batam.

Khusus untuk SMKN I Batam program belajar empat tahun ini ada tiga jurusan yakni jurusan Mekatronika, Otomasi Industri, dan Elektronika Daya dan Komunikasi.

”Ada enam jurusan di sini, tiganya untuk program empat tahun, tiga lainnya tiga tahun seperti biasa,” ujar Yarliansyah.

SMKN 1 Batam
foto: batampos.co.id / dalil harahap

Tahun ajaran baru nanti, SMKN I tetap membuka kelas untuk program belajar empat tahun sebab sudah menjadi kurikulum nasional.

”Tahun ini mungkin tak banyak (yang diterima) karena keterbatasan ruangan kelas. Tiga jurusan yang masuk program belajar empat tahun tadi, tentu belum lulus tahun ini. Jadi sebagai lokal masih dipakai mereka nantinya.”

Meskipun jumlah siswa untuk program kelas empat tahun yang diterima tak sebanyak tahun-tahun sebelumnya, namun program empat tahun belajar ini terus diperkuat dengan menambah pola baru yakni tiga plus dua. Tiga plus dua ini artinya tiga tahun belajar di sekolah dan dua tahun magang industri.

”Yang terdahulu dan sudah berjalan tiga plus satu. Tiga tahun di sekolah dan satu tahun magang industri. Sekarang diperkuat lagi dengan tiga plus dua. Ini akan segera diterapkan sesuai workshop pengembangan sekolah vokasi dan penguatan program pendidikan empat tahun, beberapa waktu lalu,” ujar Kepala SMKN I, Lea Lindrawijaya.

Untuk pola kelas tiga tahun plus dua ini, sebagai pilot project akan segera dibelakukan di 40 SMK se-Indonesia, termasuk SMKN I Batam.

”Targetnya lulusan SMK mampu bersaing baik dalam ataupun luar negeri. Level pendidikan sama dengan luar negeri khususnya kawasan Asean,” kata Lea. (*)