PRO PINANG – Posko Tanggap Covid-19 Pemprov DKI Jakarta telah menerima 2.689 panggilan telepon dan whatsapp hingga Kamis (5/3/2020). Panggilan telepon tersebut datang dari masyarakat yang mengkhawatirkan penularan Covid-19 atau virus corona.
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti menjabarkan, layanan panggilan telepon melalui nomor 112/119 sejatinya telah dirilis sejak 27 Januari 2020. Yaitu sejak awal ada kewaspadaan dari global maupun Indonesia terkait penyebaran Covid-19.

“Penelepon itu bemacam-macam, pertama terkait apa yang ditanyakan. Mulai dari gejalanya seperti apa, terkait dengan Covid-19 itu sendiri, sampai dengan kalau sakit harus ke mana,” sebut Widyastuti dalam konferensi pers di Balai Kota Jakarta, Kamis (5/3/2020) pagi.

“Jadi berbagai informasi maupun kalau seandainya pernah ketemu atau bepergian keluar negeri yang terjangkit itu seperti apa dan harus bagaimana. Itu kami jawab, kami informasikan sesuai dengan protap yang sudah kami susun,” sambungnya.

Menariknya, panggilan yang masuk bukan hanya dari warga Jakarta, melainkan sebagian besar dari luar Jakarta bahkan ada yang dari luar negeri. Layanan telepon ini sendiri salah satunya dibuka bagi warga yang merasakan gejala Covid-19, agar dapat dilakukan diagnosis awal sebelum dilakukan tindakan. Dalam hal ini, warga yang merasakan gejala Covid-19 agar tidak datang langsung ke fasilitas kesehatan, melainkan akan dijemput Pemprov DKI demi mengurangi risiko penularan lebuh luas.

Asisten Kesejahteraan Rakyat Sekda Pemprov DKI, Catur Laswanto dalam konferensi pers Kamis (5/3/2020). foto: batampos.co.id / Lukman

Sementara itu Asisten Kesejahteraan Rakyat Sekda Pemprov DKI, Catur Laswanto yang memimpin Tim Tanggap Covid-19 menjelaskan, banyaknya panggilan telepon yang masuk menunjukkan intensitas kegiatan tim di posko. Pihaknya menerima banyak keluhan kesehatan, seperti demam.

“Tentu dari dinas kesehatan akan meresposnya. Karena tidak serta merta panas itu berkaitan dengan penyakit ini, bisa saja penyakit yang lain,” sebut Catur.

Dia lantas mengungkapkan perkembangan orang dalam pemantauan dan pengawasan terkait Covid-19. Pada saat ini sebanyak 121 orang sudah selesai dalam pemantauan dan dinyatakan sudah sehat sepenuhnya. Sementara 145 orang masih dalam pemantauan.
Kemudian terkait orang dalam pengawasan, Catur menyebut 34 orang sudah pulang dalam kondisi sehat. Sementara 30 orang lainnya masih dalam perawatan.

“Sekali lagi saya menegaskan bahwa pemahaman pemantauan dan pengawasan jangan dimaknai bahwa dia positif (mengidap Covid-19). Karena pernyataan mengenai positif hanya diberikan oleh kementerian kesehatan,” terang Catur.

Lebih jauh dijelaskan, demi mengantisipasi penyebaran Covid-19, pihaknya telah memberikan serangkaian instruksi kepada pihak-pihak, lembaga, dan instansi di Jakarta. Untuk institusi pendidikan misalnya, imbauan diberikan kepada sekolah-sekolah terutama sekolah asing dan sekolah kerja sama asing.

“Kami juga mengimbau mereka yang datang dari luar negeri, seyogyanya untuk stay dulu di rumah selama 7 sampai 14 hari sampai kondisinya dipastikan benar-benar sehat,” tutur Catur yang mengatakan Pemprov DKI telah mengundang 190 pimpinan rumah sakit di Jakarta untuk bersama-sama memiliki komitmen yang tinggi dalam rangka mencegah penularan Covid-19. (luk)