Salah seorang pedagang otak-otak di pintu masuk Pelabuhan SBP Tanjungpinang, Mutina keluhkan penjualannya turun drastis sejak virus corona muncul, Kamis (5/3). F.Peri Irawan / Batam Pos

PRO PINANG – Dampak virus corona terhadap kunjungan wisatawan mancanegara (Wisman) ke Tanjungpinang kini sepi. Kondisi ini mulai dikeluhkan para pelaku usaha sekitaran Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP) Tanjungpinang.

Tidak hanya tempat penukaran uang saja yang mengeluh, pedagang otak-otak yang berjualan di pintu masuk pelabuhan SBP Tanjungpinang pun mulai menjerit karena sepinya pengunjung.

Salah seorang pedagang otak-otak, Mutina, 35, menuturkan sejak masalah virus corona muncul dan wisman di Tanjungpinang sepi penjualan otak-otaknya menurun drastis, ia mengaku biasanya seperti di akhir tahun 2019 lalu, dalam satu hari minimal ada 5-10 orang wisman yang membeli dagangannya.

“Biasanya wisman satu orang beli 2-3 kotak. Sekarang satu orang pun tidak ada, palingan wisatawan lokal saja,” kata Mutina saat dijumpai Batam Pos di tempatnya berjualan, Kamis, (5/3).

Mutina mengaku, pada hari biasa sebelum muncul masalah virus corona penjualanya Rp 300-500 ribu per hari, namun saat ini turun drastis hingga Rp 50-100 ribu per hari dan yang membeli hanya warga sekitar.

Salah seorang pedagang otak-otak di pintu masuk Pelabuhan SBP Tanjungpinang, Mutina keluhkan penjualannya turun drastis sejak virus corona muncul, Kamis (5/3). F.Peri Irawan / Batam Pos

“Sangat susah sekarang. Sepi sekali. Berdampaklah pokoknya, “keluh Mutina.

Wanita yang sudah enam tahun berjualan itu menyebutkan, biasanya pada akhir pekan, hari Sabtu dan Minggu pendapantanya berkisar Rp 500-800 ribu karena wisman memang banyak yang membeli namun saat ini tidak ada sama sekali.

“Harapanya ini cepat berlalu, banyak kebutuhan yang harus dipenuhi sementara pendapatan kami hanya bersumber dari jual otak-otak ini, “harapnya.

Ia mengaku kondisi seperti itu mulai terjadi sejak awal tahun 2020 hingga sekarang, keluhan itu juga dirasakan oleh para pedagang otak-otak lainnya yang berjualan sekitar Pelabuhan SBP Tanjungpinang.

“Semua pedagang otak-otak di sini mengeluhkan hal yang sama, “tuturnya. (cr2)