Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kepri, Muhammad Dali. F.Humas Pemprov Kepri untuk Batam Pos

PRO PINANG – Kepala Dinas Pendidikan (Dinkes) Kepri, Muhammad Dali mengatakan proses Ujian Nasional (UN) tahun 2020 tetap akan berjalan sesuai dengan tahapan yang sudah diputuskan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Namun aktivitas Proses Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) SMA/SMK/SLB se Provinsi Kepri efektif diliburkan sejak 17 Maret 2020 sampai 30 Maret 2020 mendatang.

“Kebijakan ini adalah langkah antisipasi penyebaran pandemik Virus Corona. Adapun pertimbangannya adalah hasil rapat koordinasi penanaganan covid-19 bersama Plt Gubernur, Sekda, serta stakeholder Pemprov Kepri. Salah satu kebijakan yang dilakukan untuk bidang pendidikan yakni dengan meliburkan para siswa tingkat SMA/SMK/SLB se Kepri, “ujar Muhammad Dali, Senin (16/3) di Tanjungpinang.

Mantan Kepala Bidang (Kabid) SMK tersebut menjelaskan, untuk siswa kelas XII SMK  yang melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK)  dan Ujian Nasional Berbasis Kertas Pensil (UNKP) akan tetap melanjutkan Ujian hingga Kamis (19/3) nanti. Adapaun siswa SMA kelas X, XI dan XII mulai besok (hari ini,red) efektif libur sekolah. Begitu juga dengan juga siswa SMK kelas X dam dan Kelas XI. Keputusan libur siswa SMA/SMK SLB dan di Kepri tersebut dilakukan sebagai antisivasi penyebaran pandemik wabah Virus Corona.

“Setelah 14 hari itu, pemerintah akan kembali melakukan mengevaluasi apakah akan memperpanjang libur atau tidak. Walau libur dan dirumahkan, siswa SMA dan SMA serta MA tersebut juga tetap belajar. Dan masing-masing guru sekolah, juga diinstruksikan, untuk memberikan tugas dan pelajaran secara Daring, melalaui WA, Telephond atau sosial media. Intinya kita harapkan proses belajar mengajar, antara guru dan murid tetap berlangsung dari Rumah, “tegas Dali.

Terkait UNBK yang tetap dilaksanakan, pihaknya sudah sepakat bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kepri Menurut Dali, kebijakan tersebut diambil, karena status Provinsi Kepri sampai sejauh ini masih aman dari virus corona (Covid-19). Diakuinya, Disdik Kepri memang menerima surat edaran dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, tentang meliburkan aktivitas belajar mengajar, termasuk menunda digelarnya UN. Namun kebijakan itu diprioritaskan untuk daerah yang terpapar virus tersebut.

Pria yang pernah duduk sebagai Kepala Sekolah tersebut menegaskan, pihaknya bersama Dinkes tetap siaga memantau setiap perkembangan selama berlangsungnya UN. Atas dasar itu, pihaknya sudah mengingatkan masing-masing kepala sekolah untuk melaksanakan prosedur pencegahan covid-19, baik itu sebelum dilaksanakan ujian maupun setelahnya. Karena sistem UN dibagi dalam dua shift.

“Tentu teknis pencegahan yang dianjurkan oleh Kementerian Kesehatan melalui Dinkes Kepri harus diterapkan. Karena status kita siaga, kita berharap dan berdoa Provinsi Kepri dijauhkan dari Covid-19, “jelasnya.

Masih kata Dali, jika ada instruksi lebih lanjut dari Kemendikbud, pihaknya juga akan segera memberikan pemberitahuan. Lebih lanjut katanya, bagi orang tua yang anak-anaknya ikut proses UN besok (hari ini,red) untuk tetap mengingakat selalu menjaga kesehatan. Selain itu juga mengingatkan untuk tidak dilokasi-lokasi keramaian. Keputusan pihaknya tetap menggelar proses belajar mengajar di Kepri, pertimbangannya karena belum ada ditemukan virus tersebut di Kepri.

“Kami yakin semua pihak terkait siaga untuk menjaga dan mencegah jangan sampai virus itu ada di Kepri. Maka semangat ini harus kota dukung dengan memperhatikan himbauan dari Pemerintah yang sudah ada, “tutupnya.

Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Kepri, Dadang mengarapkan Pemerintah Daerah selaras dalam membuat kebijakan tentang dunia pendidikan ditengah bayang-bayang Cpvid-19. Mantan Kepala Disdik Kota Tanjungpinang tersebut menegaskan, meskipun belum ada ditemukan kasus tersebut di Kepri, tetapi langkah pencegahan harus diutamakan. Selain itu peran orang tua juga diharapkan untuk mendukung kebijakan Pemerintah Daerah.

“Meskipun libur, hendaknya tetap beraktivitas di rumah dan menghindari keramaian. Kalau libur namun tetap jalan-jalan ke mall sama artinya tidak mendukung upaya pencegahan, “ujar Dadang, kemarin.

Terpisah, Kementerian Agama Provinsi Kepri juga mengikuti langkah Pemerintah Daerah dengan meliburkan PKBM di MTS/MAN. Terkait kebijakan tersebut, Pemerintah Daerah Provinsi Kepri menyerahkan sepenuhnya ke Kanwil Provinsi Kepri dalam membuat kebijakan. (jpg)