Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Kependudukan dan Sipil (DPMD-Dukcapil) Provinsi Kepri, Sardison. F.Yusnadi / Batam Pos

PRO PINANG – Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (DPMD Dukcapil) Provinsi Kepri, Sardison memberikan apresiasi bagi desa-desa yang sudah membentuk Badan Usaha Milik Desa (BumDes). Meskipun demikian, pihaknya sudah melakukan evaluasi dan memberikan catatan tersendiri bagi masing-masing Desa yang sudah memilik BumDes. Karena masih ada puluhan BumDes yang dinilai progresnya kurang menjanjikan, sehingga perlu dilakukan asistensi manajemen.

“Memang dari tahun ke tahun dari sisi kuantitas terus meningkat. Namun dari aspek kinerja, masih ada puluhan yang perlu peningkatan. Khususnya pada aspek manajemen yang perlu dilakukan asistensi atau pendampingan, “ujar Sardison, Rabu (18/3) di Tanjungpinang.

Mantan Kepala Biro Administrasi Pembangunan (BAP) Provinsi Kepri tersebut menjelaskan, sampai sejauh ini dari 275 desa yang tersebar di lima Kabupaten/Kota di Provinsi Kepri, sudah ada 176 desa atau 64 persen yang memiliki BumDes. Lebih lanjut katanya, BumDes yang dinilai kurang aktif tersebut, karena dari sisi perencanaan kerja atau bidang usaha, banyak yang tidak jalan dibandingkan dengan yang jalan. Sehingga progres pendapatan BumDesnya ada yang impas dengan modal, bahkan ada yang tidak.

“Semakin banyak BumDes tentu persaingan akan menjadi ketat, maka dari itu perlu adanya pendampingin manajemen. Sehingga BumDes-BumDes yang terbentuk bisa meningkatkan pendapatan melalui kreativitas bidang usaha,” jelas nya.

Pria yang merupakan Ketua Ikatan Warga Kuantan Singingi (Iwakusi) Tanjungpinang-Bintan itu juga mengatakan, dengan adanya peraturan yang baru melalui Dana Desa (DD) Pemerintah Desa sudah bisa melakukan penyertaan modal. Ditegaskannya, kebijakan tersebut dapat dilakukan sesuai dengan mekanisme yang sudah diatur. Disebutkannya juga, saat ini pihaknya tengah mencari BumDes terbaik di Provinsi Kepri. Bumdes akan dinilai berdasarkan kelembagaan, manajemen, keuangan, akuntabilitas hingga inovasi. Penilaian ini dilakukan oleh tim dari Dinas PMD Dukcapil Kepri, bersama tenaga ahli. Tim penilai diperkirakan bakal kerepotan, karena tidak sedikit Bumdes yang sudah berhasil mengembangkan inovasi.

“Tahun depan, kami juga akan merancang Pilot Project BumDes. Inovasi ini diharapkan bisa menjadi pelecut bagi BumDes untuk terus berinovasi menjadi yang terbaik. Selain itu juga untuk mendorong desa yang belum memiliki BumDes segera membentuk badan usaha tersebut, “tegasnya.

Ditambahkannya, berbagai usaha yang sudah dikembang BumDes yang ada di daerah. Mulai dari penyewaan tanaman hias, pertanian skala kecil, budidaya, kerambah, pengumpulan hasil laut hingga simpan pinjam. Sardison berharap Bumdes dapat mencari alternative modal lain, untuk mengembangkan usaha.

“Dorong juga Bumdes mencari modal lain, melalui pihak ketiga. Kita akan dorong, melakukan penjajakan ke Himbara (Himpunan Bank Milik Negara). Untuk membantu permodalan Bumdes, “tutup Sardison. (jpg)