Masyarakat di Pelabuhan SBP Tanjungpinang menggunakan masker kain karena kesulitan mendapatkan masker biasa, Minggu (22/3) kemarin. F.Peri Irawan / Batam Pos

PRO PINANG – Upaya mengawasi agar harga penjualan masker dan hand sanitizer di pasaran, Pemko Tanjungpinang melibatkan Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjungpinang dalam pengawalan saat pengadaan barang.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tanjungpinang, Teguh Ahmad Syafari menjelaskan, yang ditakutkan adalah penggunaan uang negara, jangan sampai ada indikasi korupsi, jika saat ini harga mahal namun besoknya kembali murah hal itu akan menjadi permasalahan.

“Kami akan minta pengawalan, akan kirim surat ke kejaksaan setiap pemesanan, akan diketahui harga saat itu, “ujarnya, Senin (23/3).

Kata Teguh sesuai arahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan arahan Menteri Keuangan (Menkeu) jangan sampai ada korupsi pada pengadaan kebutuhan penanganan covid-19.

“Kita akan kirim surat permintaan pengawasan ke kejaksaan, “ungkapnya.

Teguh mengakui saat ini di Tanjungpinang sulit didapatkan kedua barang tersebut, ia mengtakan saat ini untuk pengadaan masker dan hand sanitizer, Dinas Kesehatan Tanjungpinang sedang melakukan pemesanan, ia berharap beberapa hari ke depan sudah tersedia.

“Dengan harga seperti biasa, kita tidak berani menaikkan harga, “kata Teguh.

Terpisah, Andri, 36, salah seorang warga yang dijumpai di Apotek Jalan Pemuda, Tanjungpinang, terpaksa membeli masker dengan harga Rp 10 per helai, padahal ia berencana membeli masker dengan merek Sensi yang biasa dijual Rp 2 ribu per helai.

“Setelah ini saya akan pakai masker kain, bisa dicuci kemudian dipakai lagi, “tutur Andri.

Syahrul warga lainnya juga mengeluhkan hal yang sama, ia sudah mendatangi Apotek di Batu 8 Atas dan Batu 6 Tanjungpinang, namun tidak mendapatkan maker yang ia cari.

“Masker biasa tidak ada, mereka cuma jual masker putih seharga Rp 60 Ribu, “keluhnya. (cr2)