Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang, AKP Rio Reza Parindra. F.Yusnadi Nazar / Batam Pos

PRO PINANG – Satreskrim Polres Tanjungpinang meminta masyarakat kooperatif, bila nantinya pemerintah atau instansi berwenang memutuskan untuk melakukan karantina, guna mencegah penularan Covid-19 atau virus Corona. Jika masyarakat menolak karantina, dapat dikenakan sanksi penjara dan denda.

Kasatreskrim Polres Tanjungpinang, AKP Rio Reza Parindra mengatakan, karantina kesehatan sesuai Undang-undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan. Dalam pasal 9 ayat 1 dijelaskan, setiap orang wajib mematuhi penyelenggaraan kekarantinaan kesehatan.

Sementara itu dalam pasal 93, lanjut Rio, dijelaskan tentang sanksi bagi yang tidak mematuhi atau menghalang-halangi penyelenggaraan karantina kesehatan, sehingga menyebabkan kedaruratan kesehatan masyarakat. Masih kata Rio, bagi yang melanggar, dapat dikenakan pidana penjara paling lama 1 tahun dan atau pidana denda Rp 100 juta.

“Jika sudah ditetapkan harus di karantina oleh ahli kesehatan atau yg berkompeten, masyarakat ada yang menolak ya bisa kena sanksi, “terang Rio, Senin (23/3).

Ilustrasi. F.Pixabay.com

Sejauh ini, lanjut Rio, pihaknya belum menerima laporan dari instansi berwenang atau Dinas Kesehatan, terkait penolakan karantina Covid-19.

“Diharapkan masyarakat patuh saat diminta untuk dikarantina, agar situasi dapat cepat teratasi, “jelasnya.

Pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk bersikap kooperatif dan mentaati peraturan yang dikeluarkan pemerintah.

“Selalu menjaga kesehatan dan mentaati semua aturan yang berlaku, “imbau Kasat Reskrim. (odi)