WNI-M KPO saat berada di pintu keluar Pelabuhan Internasional SBP Tanjungpinang, Selasa (24/3). F.Peri Irawan / Batam Pos

PRO PINANG – Sebanyak 122 Warga Negara Indonesia Migran Korban Perdagangan Orang (WNI-M KPO) dideportasi dari Malaysia melalui Pelabuhan Internasional Sri Bintan Pura (SBP) Tanjungpinang, Selasa (24/3).

Koordinator Rehabilitasi Sosial, Tuna-Sosial dan Korban Perdagangan Orang, Kementerian Sosial (Kemensos) RI, Pitter M Matakena, menjelaskan pihaknya menerima sebanyak 81 WNI-M KPO yang dideportasi dari Malaysia.

“Laki-laki 46, perempuan 33, dan anak-anak dua orang,”kata Pitter, Selasa (24/3) kemarin.

Pitter menyampaikan, Rabu (25/3) juga akan dilakukan deportasi sebanyak 41 orang dengan rincian laki-laki sebanyak 34 orang, perempuan dua dan anak-anak lima orang.

WNI-M KPO saat berada di pintu keluar Pelabuhan Internasional SBP Tanjungpinang, Selasa (24/3). F.Peri Irawan / Batam Pos

“Setelah ini tidak ada lagi deportasi, distop hingga akhir bulan, akan berlanjut awal April, karena ada edaran dari imigrasi Kuala Lumpur, “ujarnya.

Kali ini WNI yang dideportasi masuk melalui pelabuhan Batam Center kemudian dilanjutkan ke Tanjungpinang.

Dijelaskan Pitter, kondisi WNI yang dideportasi Selasa (24/3) itu dalam keadaan sehat, hanya satu laki-laki mengalami patah kaki dan lumpuh akibat kecelakaan di Malaysia.

Sesuai arahan Presiden, kata Pitter, WNI tersebut akan dikarantina selama 14 hari di Rumah Perlindungan Trauma Center (RPTC) di Kilometer 14, Senggarang Tanjungpinang.

WNI-M KPO saat berada di pintu keluar Pelabuhan Internasional SBP Tanjungpinang, Selasa (24/3). F.Peri Irawan / Batam Pos

RPTC merupakan salah satu tempat karantina WNI-M KPO khusunya di Kepri.

“Pastinya mereka bermasalah dan sudah selesai menjalani hukuman penjara Malaysia, “ungkap Pitter.

Ia menjelaskan alasan WNI terlebih dahulu dibawa ke Batam, karena jumlah yang diangkut ke Tanjungpinang minimal 120 orang. Alasan lain adalah izin kapal yang biasa berangkat dari Pasir Gudang ke Tanjungpinang juga mati.

“Hari ini mereka cuma 81 orang, sehingga harus bergabung dengan penumpang umum dari Situlang Laut ke Batam Center, “sebutnya.

WNI-M KPO saat berada di pintu keluar Pelabuhan Internasional SBP Tanjungpinang, Selasa (24/3). F.Peri Irawan / Batam Pos

Pitter menyampaikan yang dideportasi tersebut didominasi WNI dari pulau Jawa seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, Medan dan Aceh.

Saat ini WNI tersebut tidak lagi bermasalah, karena telah melalui proses pemeriksaan kesehatan sangat ketat di Malaysia, bahkan sebelum ke Tanjungpinang, saat masuk Pelabuhan Batam Center dan Telaga Punggur juga cek kesehatan serta disemprot menggunakan disinfektan oleh petugas.

“Sehingga aman saat digabung dengan penumpang umum dari Malaysia, “ucapnya.

Menurut Pitter, WNI tersebut aman karena alur perjalanan yang langsung dari pintu ke pintu. Dimulai dari pintu penjara ke pintu bus, kemudian langsung ke pintu ponton dan langsung ke pintu kapal sehingga dinilai aman. (cr2)