RSUD Raja Ahmad Tabib – Tanjungpinang. F.Peri Irawan / Batam Pos

PRO PINANG – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tanjungpinang, Rustam mengatakan proses karantina 20 orang yang kontak dengan pasien Covid-19 akan berakhir dalam dua hari kedepan. Menurutnya tidak ada peningkatan status dari Orang Dalam Pemantauan (ODP) ke Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Sementara itu, kepastian pasien yang positif dinyatakan sembuh, pihaknya masih menunggu hasil labotarorium Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang kedua.

“Untuk kondisi pasien Covid-19 laporan dari Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raja Ahmad Tabib, Tanjungpinang perkembangannya membaik. Berdasarkan protokol Kemenkes. pasien dinyatakan sembuh setelah hasil uji labnya dua kali negative, dan kami masih menunggu hasil yang kedua, “ujar Rustam, Rabu (25/3) di Tanjungpinang.

Ditegaskannya, orang-orang yang terlibat kontak langsung dengan pasien Covid-19 tidak ada terjadi peningkatan status dari ODP ke PDP. Meskipun demikian kondisinya, Rustam tetap mengajak semua pihak mendukung upaya Pemerintah Daerah memutus mata rantai penyebaran virus ini. Disebutkan Rustam, berdasarkan data Tim Gugus Tugas Covid-19 pada hari ini (kemarin,red) jumlah PDP di Ibu Kota Provinsi Kepri, Tanjungpinang sebanyak 18 orang. Dimana 11 orang sedang dirawat, kemudian selesai pengawasan tujuh.

“Jumlah yang sedang dalam pemeriksaan lab ada 11 orang, yang negative 6 orang. Sedangkan ODP secara komulatif ada 73 orang, 40 dalam proses 33 orang selesai. Jumlah yang diperiksa 22 orang, tujuh dalam proses 15 negative sampai sejauh ini,” jelas Rustam.

Kadinkes Dalduk KB Kota Tanjungpinang, Rustam. F.Peri Irawan / Batam Pos

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kepri ,Tjetjep Yudiana menyampaikan perkembangan kasus Covid-19 di Kepri saat ini tidak ada penambahan kasus positif baru, data terbaru per 25 Maret 2020, jumlah pasien positif sebanyak lima orang. Dijelaskan Tjetjep saat ini jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 881 dan Pasien Dalam Pengawasan sebanyak 65 orang dan uji pemeriksaan dengan hasil Negatif sebanyak 110 orang. Adapun jumlah yang positif ada penambahan.

Lanjutnya menyampaikan untuk data pasien yang meninggal, satu orang pasien di Batam positif Covid-19, tiga PDP negatif di Batam meninggal akibat penyakit penyerta. Sementara dua orang PDP meninggal saat ini masih menunggu hasil uji lab, berasal dari Karimun dan Tanjungpinang.  Disebutkannya, saat ini PDP yang sedang dirawat di Kepri sebanyak 26 orang, 11 orang di Tanjungpinang, 11 orang di Batam, dua di Karimun, dan masing-masing satu orang di Bintan dan Natuna.

“Dari 65 PDP di Kepri 39 diantaranya sudah selesai pengawasan, dan 52 sudah menjalani pemeriksaan. Saat ini jumlah PDP yang masih menunggu hasil laboraturium sebanyak 24 orang, 11 orang diantaranya berada di Tanjungpinang, 10 di Batam, dua di Karimun dan satu di Bintan. Diantaranya 35 PDP sudah dinyatakan negatif, “ucapnya.

Selanjutnya untuk data ODP di Kepri saat ini berjumlah 881, tersebar enam Kabupaten dan Kota kecuali Lingga saat ini masih nol. 453 terdapat di Batam, 289 di Karimun, 73 di Tanjungpinang, 30 di Bintan, 31 di Natuna dan lima di Anambas.

Kadinkes Kepri, Tjetjep Yudiana. F.Peri Irawan / Batam Pos

“Sebanyak 719 dalam proses pemantauan dan 162 selesai pemantauan, 147 diantaranya sudah diperiksa, 72 masih proses dan 75 orang sudah dinyatakan negatif, “jelas Tjetjep.

Sudah didapatkan sebanyak 20 orang seperti keluarga dan orang yang berhubungan dekat dengan pasien.

“Sebanyak 20 orang ini sekarang sudah dikarantina, di belakang rumah, “tutupnya.

Berdasarkan data Tim Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Kepri pada tanggal 24 Maret 2020 daftar ODP di Provinsi Kepri sebanyak 808, sedangkan PDP jumlahnya 59 orang. Jumlah tersebut turut terjadi peningkatn pada 25 Maret 2020, yakni jumlah orang yang masuk daftar ODP menjadi 881 orang. Begitu juga dengan PDP yang tembus pada angka 65 orang. Melihat perbandingan tersebut kemarin terjadi peningkat ODP sebanyak 6 orang. (jpg/cr2)