Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kepri, Muhammad Dali. F.Humas Pemprov Kepri untuk Batam Pos

PRO PINANG – Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kepri, Muhammad Dali mengatakan berdasarkan Surat Edaran (SE) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Ujian Nasional (UN) untuk tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat se Provinsi Kepri yang dijadwalkan pada 30 Maret-02 April 2020 mendatang resmi ditiadakan. Dali mengharapkan semua satuan pendidikan mendukung penuh program pemerintah dalam memutus rantai pencegahan Corona Virus (Covid-19).

“Keputusannya ditiadakannya UN SMA sederajat adalah merupakan langkah penting yag diambil oleh Kemendikbud dalam menyikapi bencana Corona Virus (Covid-19) yang sedang melanda Indonesia, “ujar Muhammad Dali, Rabu (25/3) di Tanjungpinang.

Dijelaskan Dali, setelah mempelajari SE Kemendikbud, pihaknya juga sudah menerbitkan SE lanjutan kepada seluruh sekolah yang berada dibawah kewenangan Disdik Provinsi Kepri. Pertama Untuk kegiatan belajar mengajar pada Satuan Pendidikan SMA/SMK dan SLB (peserta didik, pendidik dan tenaga kependidikan) mulai tanggal 30 Maret 2020 sampai dengan 13 April 2020 untuk meniadakan sementara kegiatan tatap muka di kelas dan melakukan kegiatan belajar di rumah secara daring/online melalui platform e-learning masing-masing satuan pendidikan dan akan ditinjau kembali sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada.

“Kedua Ujian Nasional (UN) tahun 2020 dibatalkan, termasuk Uji Kompetensi Keahlian (UKK) tahun 2020 bagi sekolah menengah kejuruan. Ketiga Pelaksanaan Ujian Sekolah untuk kelulusan dan Ujian Akhir Semester untuk kenaikan kelas dalam bentuk tes yang mengumpulkan siswa tidak diperbolehkan, mekanisme pelaksanaannya akan diatur oleh Dinas Pendidikan Pendidikan Provinsi dengan berpedoman pada ketentuan yang telah ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, “jelasnya.

Kemudian poin yang keempat adalah Dana Bantuan Operasional Sekolah atau Bantuan Operasional Pendidikan dapat dipergunakan untuk membiayai keperluan dalam proses pencegahan pandemi Covid-19. Sedangkan yang kelima Satuan Pendidikan yang ada diharapkan dapat membentuk Tim Gugus Tugas Pencegahan Penyebaran Corona Virus.  Selain itu, Mantan Kepala Bidang (Kabid) Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Disdik Provinsi Kepri tersebut juga menjelaskan, untuk UN Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) memang sudah rampung digelar pada pekan yang lalu. Namun masih ada tahapan lanjutan yang belum dilaksanakan. Yakni Ujian Nasional Susulan yang dijawalkan digelar pada 7-8 April 2020 bagi peserta UN yang berhalangan mengikuti UN Utama karena sesuatu hal. Apakah itu sakit ataupun sedang mendampat musibah. Kemudian UN Susulan ditetapkan pada 8-9 Juni 2020.

“Merujuk dari SE Kemendikbu ikutsertaan UN bukan lagi menjadi syarat kelulusan. Namun teknisnya nanti akan kita matangkan oleh Disdik Provinsi Kepri sehingga menjadi pegangan bagi satuan pendidikan SMA/SMK di Provinsi Kepri, “tegas Dali.

Pria yang pernah duduk sebagai Kepala Sekolah di Kabupaten Karimun tersebut menegaskan, memang hasil UN bukan lagi menjadi penentu utama kelulusan sekolah. Karena kelulusan itu ditentukan oleh sekolah. Namun karena tetap punya pengaruh, makanya perlu diperkuat dengan juklak dan juknis dari Kemendikbud terkait SE yang sudah ada. Pada kesempatan ini, Dali mengingatkan bagi satuan pendidkan SMA/SMK untuk tidak membuat kesimpulan apapun sampai adanya instruksi lebih lanjut dari Kemendikbud.

“Pemerintah Pusat telah membuat kebijakan peniadaan UN. Kepada seluruh siswa di Kepri tidak bereforia berlebihan. Seluruh siswa baik itu jenjang SD, SMP maupun SMA/sederajat tetap mematuhi arahan yang diajurkan pemerintah dan guru-guru. Dengan tetap malaksanakan aktivitas belajar di rumah, dan mengurangi bahkan tidak melakukan aktivitas di luar. Kami tetap imbau bagi siswa tetap melakukan aktivitas di rumah, “tutup Dali.

Sementara itu, Ketua Panitia Ujian Nasional Provinsi Kepri, Fatur Rahman menambahkan, jumlah peserta UN Berbasis Komputer dan UN Kertas Pensil di Provinsi Kepri sebanyak 9.923 yang terdiri dari 5.774 laki-laki dan 4.149 peresmpuan. Kemudian untuk peserta UN SMA/MA sebanyak 15.830 se Provinsi Kepri yang terdiri dari berbagai jurusan, baik itu Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), Bahasa Indonesia, dan Agama bagi Madrasah Aliyah.

“Sehingga secara keseluruhan daftar peserta UNBK/UNKP SMK, SMA/MA di Provinsi Kepri berjumlah 16.753 yang tersebar di tujuh Kabupaten/Kota di Provinsi Kepri, “ujar Fatur Rahman menambahkan. (jpg)