Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Kepri, Mamat. F.Jailani / Batam Pos

PRO PINANG – Meskipun hujan sudah mengguyur Ibu Kota Provinsi Kepri, Tanjungpinang belakangan ini. Namun kondisi Waduk Sei Pulai, Tanjungpinang masih minus 70 centi meter (cm). Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Kepri, Mamat mengatakan menyikapi kondisi tersebut distrubis 12.000 pelanggan PDAM masih menggunakan sistem gilir sampai debit air Sei Pulai kembali normal.

“Memang beberapa hari belakangan ini intensitas hujan terjadi di Tanjungpinang, walaupun sifatnya lokal. Hal itu turut memberikan tambahan sumber air. Kondisi Waduk Sei Pulai sampai hari ini (kemarin,red) -70 cm, “ujar Mamat, Kamis (26/3) di Tanjungpinang.

Mantan Kepala Cabang PDAM Tirta Kepri, Tanjunguban, Bintan tersebut menjelaskan, dengan sumber air yang tersedia tersebut, kemampuan produksi Sei Pulai tentunya tidak berada pada kapasitas terbaik, yakni 250 liter perdetik. Sehingga pihaknya belum mencabut kebijakan sistem distribusi bergilir bagi 12.000 an pelanggan PDAM yang disuplai melalui Sei Pulai.

“Sampai saat ini, kami masih menerapkan distribusi bergilir bagi pelanggan yang menerima manfaat dari Sei Pulai. Adapun durasinya adalah dua hari hidup, dua hari mati, dan ada juga satu hari hidup tiga hari mati, “jelas Mamat.

Pada kesempatan ini, Mamat juga menyampaikan kondisi Waduk Sei Gesek terkini. Disebutkannya, Waduk dengan kapasitas 100 liter perdetik tersebut berada pada kondisi normal. Adapun ketinggian debit air adalah pada angka 170 cm. Sehingga distribusi bagi 5.000 an pelanggan PDAM dari Waduk tersebut tidak mengalami masalah, karena belum terkena kebijakan distribusi bergilir.

“Kami bersyukur tentunya, hujan beberapa hari kemarin turut mengurangi kerisauan kami. Karena memang sistem waduk kita ini adalah tadah hujan, “jelasnya lagi.

Plt Gubernur Kepri, H Isdianto saat meninjau Waduk Sei Pulai belum lama ini. F.Humas Pemprov Kepri untuk Batam Pos

Ditegaskannya, sampai saat ini, pihaknya memang belum melayani adanya pemasangan sambungan baru. Karena kehandalan sumber air masih sangat terbatas. Disebutkannya, dari database pendaftaran sambungan, ada 7.000 Rumah Tangga (RT) di Ibu Kota Provinsi Kepri, Tanjungpinang yang masuk dalam daftar tunggu (waiting list) penyambungan baru.

“Adapun jumlah waiting list PDAM sampai saat ini pada angka 7.000 atau sekitar 39 persen dari 17.900 jumlah pelanggan PDAM Tirta Kepri saat ini. Sebelum adanya tambahan sumber air, pemasangan baru masih kita tunda sementara, “tutup Mamat.

Belum lama ini, Plt Gubernur Kepri Isdianto mengatakan, Pemprov Kepri bisa saja mengalokasikan anggaran untuk penuntasan masalah air dalam APBD 2020 ini. Tapi, karena keterbatasan anggaran, ia khawatir penuntasan masalah air di Pulau Bintan justru tidak akan maksimal.

“Percuma jugakan kita masukkan di APBD 2020 tapi tak maksimal. Jadi kita tunda dan kita maksimalkan di 2021, “ujar Isdianto.

Ditegaskannya, khusus untuk menuntaskan rencana interkoneksi Waduk Kawal dan Gesek, pihaknya akan bersinergi dengan Pemko Tanjungpinang dan Pemkab Bintan untuk melakukan sharing anggaran dalam penuntasan masalah air di Pulau Bintan. Menurut Isdianto, sesuatu yang berat, jika bebannya ditanggung bersama tentu akan lebih ringan. Karena manfaatnya adalah masyarakat bisa menikmati pelayanan dasar air.

“Wali Kota dan Bupati sudah komitmen untuk mengalokasikan anggaran di 2021. Jadi kalau total penuntasan anggaran air ini Rp 40 miliar, Rp 20 miliar dari kita, sisanya Pemko dan Pemkab. Program ini untuk mengatasi krisis air jangka pendek, “jelas Isdianto. (jpg)