RSUD Raja Ahmad Tabib – Tanjungpinang. F.Peri Irawan / Batam Pos

PRO PINANG – Satu orang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang dideportasi dari Malaysia ke Tanjungpinang pada Selasa (24/3) kemarin, saat ini diisolasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raja Ahmad Tabib (RAT).

Pantauan Batam Pos, saat keluar dari Pelabuhan Internasional Sri Bintan Pura (SBP) Tanjungpinang yang bersangkutan tampak menggunakan kursi roda yang didampingi oleh petugas.

Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes Dalduk KB) Kota Tanjungpinang, Rustam menjelaskan, dari 81 TKI yang dipulangkan saat itu, salah satunya mengalami batuk, deman dan sesak nafas sehingga sekarang dirawat dirumah sakit.

“Satusnya Pasien Dalam Pengawasan (PDP), “kata Rustam, Kamis (26/3).

Kadinkes Dalduk KB Kota Tanjungpinang, Rustam. F.Peri Irawan / Batam Pos

Rustam mengatakan, pasien tersebut juga mengalami cidera pada kaki pada saat berada di Malaysia, saat sampai di Pelabuhan Internasional Sri Bintan Pura (SBP) Tanjungpinang dilakukan pemeriksaan ternyata adanya gejala covid-19 maka langsung di rujuk ke rumah sakit.

“Sedangkan untuk TKI lainnya saat ini masih di karantina selama 14 hari, “ucapnya.

Sebelumnya Koordinator Rehabilitasi Sosial, Tuna-Sosial dan Korban Perdagangan Orang, Kementerian Sosial (Kemensos) RI, Pitter M Matakena, menjelaskan pihaknya menerima sebanyak 81 WNI-M KPO yang dideportasi dari Malaysia dengan rincian, laki-laki sebanyak 46 orang, perempuan 33 orang dan anak-anak sebanyak dua orang.

“Kondisi WNI yang dideportasi dalam keadaan sehat, hanya satu laki-laki mengalami patah kaki dan lumpuh akibat kecelakaan di Malaysia, “kata Pitter. (cr2)