Abdurahman salah seorang pedagang di Pasar Baru Tanjungpinang saat berjualan belum lama ini. F.Peri Irawan / Batam Pos

PRO PINANG – Beredar pesan singkat yang menjelaskan pasar di Tanjungpinang akan ditutup selama lima hari, mulai 1-5 April 2020 karena alasan penyemprotan dan masyarakat diminta untuk stok kebutuhan pokok selama penyemprotan tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Dirut Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT, Tanjungpinang Makmur Bersama (TMB), Fahmi menjelaskan terkait pesan yang beredar tersebut pihaknya juga tidak mengetahui.

Pihak BUMD pada Kamis (26/3) kemarin, sudah hearing dengan DPRD Tanjungpinang dan akan dilakukan pembersihan pasar untuk pencegahan penyebaran virus corona (Covid-19).

“Hanya akan dilakukan pembersihan, tidak ada penutupan pasar, “kata Fahmi, saat di konfirmasi Batam Pos, Jum’at (27/3).

Kata Fahmi, jika ada surat dari wali kota atau pemegang saham yang meminta untuk dilakukan penutupan, pihaknya bisa saja melakukan penutupan, tapi surat perintah itu tidak ada.

“Hanya pembersihan saja, sebelumnya juga sudah pernah kami lakukan berupa gotong royong, “ujarnya.

Intinya kata Fahmi, dari pihak BUMD belum ada perencanaan untuk menutup pasar dengan alasan penyemprotan itu, kecuali ada arahan.

“Intinya kami belum menerima arahan melalui surat resmi. Ini kami sampaikan agar tidak terjadi salah faham oleh masyarakat, “sebutnya.

Pihaknya belum tahu terkait pesan singkat yang beredar itu, kata Fahmi terlebih dalam pesan itu meminta masyarakat untuk stok kebutuhan pokok untuk lima hari, itu dikhawatirkan terjadi permasalahan di tengah masyarakat yang berbelanja.

“Ditakutkan terjadi permasalahan sebab untuk kebutuhan pokok bisa terjadi kelaparan. Kecuali seperti kebutuhan barang lainnya yang tidak akan menjadi masalah, “tambahnya. (cr2)