Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kepri, Tjetjep Yudiana.F.Cipi Ckandina / Batam Pos

PRO PINANG – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kepri, Tjetjep Yudiana mengatakan sampai saat ini, Pemerintah Provinsi Kepri masih bergantung pada labotarorium Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dalam melakukan uji lab swab tenggorokan bagi warga yang masuk dalam daftar Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Corona Virus (Covid-19) yang ada di Provinsi Kepri.

“Sampai saat ini, ada 72 ODP dan 28 PDP yang sedang kami tunggu hasil uji labnya. Karena ODP adalah orang-orang yang ditelusuri sempat kontak dengan warga yang positif Covid-19. Uji lab dilakukan bagi ODP dan PDP adalah mereka yang menunjukan adanya tanda-tanda terpapar virus ini, “ujar Tjetjep Yudiana, Jumat (27/3) di Tanjungpinang.

Dijelaskannya, jumlah ODP terbanyak yang sedang dilakukan swab tenggorokan adalah Batam 60 orang, Tanjungpinang tujuh orang, dan Karimun lima orang. Kemudian untuk PDP yang juga dilakukan uji lab Batam ada 13 orang, Tanjungpinang 11, Bintan dua, dan Anambas dua. Ditanya kapan hasil test tersebut keluar? Mengenai hal itu, Tjetjep mengatakan pihaknya tidak bisa memastikan. Karena yang melakukan uji lab tersebut adalah Litbang Kemenkes. Apalagi sudah banyak daerah yang positif, tentu masuk sampel yang dibawa ke sana.

“Kami sampai saat ini masih menunggu hasil uji tersebut. Tentunya kita sama-sama berharap, tidak ada yang hasilnya positif Covid lagi. Didalam jumlah yang proses uji lab juga ada PDP yang sudah meninggal, namun ujilabnya belum keluar, “jelas Tjetjep.

RSUD Raja Ahmad Tabib tempat pasien suspect corona diisolasi. F.Peri Irawan / Batam Pos

Masih kata Tjetjep, update pada hari ini (kemarin,red) di enam Kabupaten/Kota kecuali Lingga terada 71 PDP. Dari jumlah tersebut, yang dilakukan uji lab sebanyak 69 orang, 36 sudah dinayatakan negatif. Sedangkan 28 lainnya sedang dalam proses. Kemudian 1.384 ODP tercatat sejak awal Maret 2020 sampai saat ini. Dijelaskannya, meningkatkanya angka ODP karena dipengaruhi pertambahan jumlah PDP yang dinyatakan postif Covid-19. Lebih lanjut katanya, dari 1.384 ODP tersebut, ada 231 selesai pemantauan. Adapun jumlah yang diperiksa147 orang, 75 diantaranya hasilnya dinyatakan negatif. Sedangkan sisanya masih dalam proses uji lab.

“Untuk ODP jika dibandingkan data 26 Maret 2020 masih pada angka 1.004 orang. Artinya terjadi kenaikan 380 orang pada 27 Maret 2020. Sedangkan PDP pada tanggal 26 Maret 2020 sebanyak 69 orang, kemudin di hari ini (kemarin,red) jumlah menjadi 71 orang, “jelasnya lagi.

Ditambahkannya, daftar PDP yang meninggal ada satu di Karimun, dan satu di Tanjungpinang. Hasil uji lab keduanya masih belum keluar dari Litbang Kemenkes. Kemudian PDP negative Covid yang meninggal ada tiga di Batam. Sementara itu, untuk yang positif jumlah lima orang, dan satu diantaranya sudah meninggal. Selain itu, pihaknya masih menunggu hasil uji lab yang kedua pasien positif Covid-19 pertama yang masih menjalani isolasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD0 Raja Ahmad Tabib.

“Karena pasien dinyatakan sembuh sesuai dengan protokoler Kemenkes adalah setelah dua kali hasil uji labnya negatif. Paska dinyatakan positif, pasien menunjukan perkembangan perbaikan. Setelah dilakukan uji lab lagi hasilnya negatif. Apabila negatif lagi, pasien dinyatakan sembuh, “tutup Tjetjep. (jpg)