RSUD Raja Ahmad Tabib – Tanjungpinang. F.Peri Irawan / Batam Pos

PRO PINANG – Satu Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Tanjungpinang yang meninggal pada Rabu (25/3) kemarin memiliki riwayat penyakit paska stroke dan gagal ginjal namun tidak pernah melakukan perjalanan keluar negeri.

Kepala Dinas Kesehatan Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes Dalduk KB) Kota Tanjungpinang, Rustam menjelaskan pada Rabu (25/3) kemarin menerima laporan satu Pasien Dalam Pengawasan (PDP) meninggal di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raja Ahmad Tabib (RAT).

“Pasien laki-laki, umur 69 tahun, “kata Rustam, (27/3).

Dijelaskan Rustam, PDP tersebut masuk ke RSUD RAT pada Selasa (24/3) dini hari, memiliki riwayat penyakit pasca stroke dan gagal ginjal dan meninggal pada Rabu (25/3).

“Meninggal keesokan harinya jam 09.25 WIB, “ujarnya.

Kadinkes Dalduk KB Kota Tanjungpinang, Rustam. F.Peri Irawan / Batam Pos

Sebelumnya, lanjut Rustam menjelaskan yang bersangkutan tidak pernah keluar daerah, tapi yang dideritanya ada gejala bronkopneumonia, kemudian pasien dikategorikan tim kesehatan rumah sakit sebagai PDD, selain itu anaknya yang menjaga, selama ini diketahui berada di daerah terjangkit.

“PDP itu satu hari saja dirawat, “ucapnya.

Kemudian, kata Rustam walaupun statusnya PDP,  yang meninggal tersebut tidak boleh ditangani oleh keluarganya, saat itu juga langsung ditangani oleh tim kesehatan hingga ke penguburan, sesuai standar yang ditetapkan World Health Organization (WHO).

“Tim kesehatan yang menangani langsung hingga pasien itu dikuburkan, “tambahnya. (cr2)