Plt Gubernur Kepri Isdianto, Sekda Kepri, TS Arif Fadillah dan Kadinkes Kepri, Ttetjep Yudiana saat menyampaikan penambahan delapan orang positif covid-19 di Kepri usai dilakukan rapid test, Minggu (29/3). F.Peri Irawan / Batam Pos

PRO PINANG – Jumlah kasus positif virus corona (Covid-19) di Kepri bertambah sebanyak delapan orang yang berasal dari Batam dan Tanjungpinang.

Jika ditambahkan dengan data sebelumnya sebanyak eman orang, saat ini total keseluruhan di Kepri menjadi 14 orang positif covid-19.

Penambahan delapan orang tersebut merupakan hasil rapid test yang dilakukan oleh masing-masing tim Kesehatan Kabupaten / Kota di Kepri.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kepri, Tjetjep Yudiana mengatakan hasil rapid test di Tanjungpinang ditemukan enam orang positif Covid-19, lima diantaranya Orang Dalam Pemantauan (ODP) dengan kondisi sehat yang merupakan rombongan jemaah tabligh yang pulang dari Malaysia belum lama ini. Sedangkan di Batam terdapat dua orang positif yang juga hasil rapid test.

Plt Gubernur Kepri Isdianto, Sekda Kepri, TS Arif Fadillah dan Kadinkes Kepri, Ttetjep Yudiana saat menyampaikan penambahan delapan orang positif covid-19 di Kepri usai dilakukan rapid test, Minggu (29/3). F.Peri Irawan / Batam Pos

“Totalnya ada 8 orang itu yang sedang dikonfirmasi, akan dilakukan pemeriksaan metode PCR (Polymerase Chain Reactio), “kata Tjetjep saat menyampaikan perkembangan covid-19 di Kepri, Minggu (29/3).

Dijelaskan Tjetjep, untuk enam orang dari Tanjungpinang tersebut, lima orang diantaranya saat ini sedang dikarantina di rumah singgah rumah sakit, dan satu orang merupakan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dalam perawatan kemudian langsung diisolasi.

“Keenam orang ini berkaitan erat dengan perjalanan Malaysia, “katanya.

Tjetjep menjelaskan, lima orang yang berada di rumah singgah itu akan dikawal oleh Satpol PP, Kepolisian, mereka tidak boleh keluar dan tidak boleh dijenguk siapapun. Sedangkan segala kebutuhannya akan dilayani manajemen rumah sakit.

Ilustrasi. F.Pixabay.com

Tjetjep mengatakan, perlu diketahui bersama ada dua jenis laporan pasien positif covid-19 yaitu metode PCR dan metode rapid test dengan hasilnya cepat dalam waktu 10 menit bisa diketahui hasilnya.

“Jadi saat ini total semua di Kepri yang positif adalah 14, enam orang menggunakan metode PCR oleh Kementerian Kesehatan dan delapan dari rapid test, “paparnya.

Tjetjep menekankan hasil rapid test tersebut diperoleh hingga Minggu (29/3) pukul 15.00 WIB, sementara untuk hasil pada sorenya belum diketahui, termasuk data rapid test dari Karimun.

“Hasil rapid test ini tidak jauh berbeda, atau hampir sama dengan hasil pemeriksaan yang dilakukan Kementerian Kesehatan, “ungkapnya.

Ilustrasi. F.Pixabay.com

Tjetjep menjelaskan rapid test yang ada saat ini sebanyak 3600, itu tidak sekaligus diserahkan ke Kabupaten / Kota di Kepri hanya 1500 yang sudah dibagikan, karena puncak dari penyebaran virus corona di Kepri tidak diketahui, jangan sampai saat memuncak Kepri malah kehabisan alat.

“Sehingga ada kriteria yang diperiksa menggunakan rapid test, seperti PDP dan orang yang kontak erat dengan kasus positif, tenaga medis, dan para ODP itu yang wajid dilakukan rapid test, “paparnya.

Kemudian untuk kedepannya, kata Tjetjep, pihaknya akan membedakan pemeriksaan Tenga Kerja Indonesia (TKI) yang pulang melalui Kabupaten/Kota di Kepri, seperti di Karimun, Batam dan Tanjungpinang akan dibedakan warga Kepri dan yang bukan.

“Jika bukan warga Kepri data itu akan dilaporkan ke pusat datanya tersendiri, jika TKI ini warga Kepri maka datanya akan masuk ke kita, “tambahnya. (cr2)