TKI saat keluar dari pintu Pelabuhan Internasional Sri Bintan Pura (SBP) Tanjungpinang, Rabu (1/4). F.Peri Irawan / Batam Pos

PRO PINANG – Sebanyak 17 Warga Negara Indonesia Migran Korban Perdagangan Orang (WNI M-KPO) atau Tenaga Kerja Indonesia (TKI) tiba di Pelabuhan Internasional Sri Bintan Pura (SBP) Tanjungpinang.

Koordinator Rehabilitasi Sosial, Tuna-Sosial dan Korban Perdagangan Orang, Kementerian Sosial (Kemensos) RI, Pitter M Matakena, menjelaskan, 17 TKI itu terdiri dari sembilan orang laki-laki dan delapan orang perempuan kemudian dideportasi usai menjalani hukuman penjara di Malaysia.

“Kami hanya mengurus deportasi dari Malaysia, sumbernya adalah penjara di Johor, “kata Pitter, Rabu (1/4)sore.

Kemudian berdasarkan arahan pimpinan, kata Pitter TKI itu akan dikarantina di Rumah Perlindungan Trauma Center (RPTC) yang terletak di Senggarang.

“Setelah ini pada hari Sabtu (4/4) besok kembali dideportasi sebanyak 103 orang, namun jumlah itu kemungkinan bisa berubah, “ujarnya.

Deportasi ada Sabtu (4/4) tersebut berdasarkan informasi dari Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) akan dilakukan langsung ke Tanjungpinang.

Para TKI saat akan masuk ke mobil RPTC di depan pintu Pelabuhan Internasional Sri Bintan Pura (SBP) Tanjungpinang, Rabu (1/4). F.Peri Irawan / Batam Pos

“Totalnya sejak awal tahun hingga Sabtu besok sekitar 659 orang, “paparnya.

Terkait kekhawatiran masyarakat karena dibawa satu kapal dengan penumpang umum dari Malaysia ke Indonesia, kata Pitter TKI itu mulai keluar dari pintu penjara sudah diperiksa kesehatannya. Saat akan dideportasi kembali diseleksi termasuk dokumennya.

“Jadi mereka yang dideportasi sudah melalui tahap pemeriksaan yang jelas, masyarakat juga tidak perlu khawatir jika satu kapal dengan mereka saat ke Tanjungpinang, “ucap Pitter.

Saat ini yang berada di RPTC Tanjungpinang sebanyak 139 orang, sementara total kapasitasnya bisa menampung 400 orang, masing-masing 200 untuk laki-laki dan 200 untuk perempuan.

“Masing-masing 200 dan itu terpisah, “tambahnya. (cr2)