Bagian pelayanan di Kantor Disdukcapil Kota Tanjungpinang masih ramai saat virus corona belum mewabah, belum lama ini, F.Peri Irawan / Batam Pos

PRO PINANG – Ansitipasi penyebaran virus corona (Covid-19) pada pelayanan di kantor Dinas Pendudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tanjungpinang, masyarakat diimbau untuk tidak membuat berkas kependudukan yang tidak terlalu mendesak.

Kadisdukcapil Kota Tanjungpinang, Irianto mengatakan di tengah kondisi Covid-19 yang mewabah ini, pihaknya berharap kepada masyarakat supaya tidak meminta pelayanan data kependudukan yang tidak terlalu penting seperti KTP rusak, pindah alamat, ganti status, ubah kartu keluarga (KK), atau keperluan lainnya.

“Kecuali hal yang sangat mendesak seperti keperluan BPJS untuk anak baru lahir. Itu yang kami utamakan, “jelas Irianto, Rabu (1/4).

Dikatakan Irianto, jika ingin mengurus juga, masyarakat diminta untuk melakukan pembuatan berkas kependudukan melalui jalur online. Tidak berkunjung ke Kantor Disdukcapil, cukup melalui jalur online.

“Selain menghindari kerumunan, jalur online ini mendukung program wali kota Tanjungpinang menuju kota pintar, “ujarnya.

Saat ini sudah banyak yang melakukan pembuatan berkas kependudukan melalui jalur online, ini sangat penting untuk menjaga kesehatan agar terhindar dari virus corona, sebab jika satu orang petugas terpapar, maka satu kantor juga akan berbahaya.

“Berbahaya sekali. Makanya kami berikan pelayanan online, “ucapnya.

Saat ini semua pelayanan tetap diberikan termasuk pembuatan KTP, hanya saja blanko KTP sedang habis sehingga masyarakat yang membutuhkan diberi surat keterangan (Suket).

“Nanti, saat kondisi sudah aman terkendali dari virus corona akan diberikan pelayanan dengan baik, “tambahnya.

Kehabisan blangko KTP itu terjadi sejak satu pekan lalu, pihaknya tidak bisa menjemput blangko karena situasi di Jakarta berbahaya untuk didatangi karena Covid-19.

“Tidak akan dilayani, kami juga dilarang untuk menjemput blangko ke pusat oleh Ditjen Dukcapil, “ungkapnya.

Selain itu, KTP yang sudah dicetak saat mendapat blangko beberapa waktu sebelumnya, sudah bisa diambil oleh masyarakat. (cr2)