PT Guna Karya Nusantara selaku kontraktor gesa pekerjaan struktur atas mega proyek Gurindam 12 (G12) Tepi Laut Tanjungpinang pada triwulan I Tahun Anggaran (TA) 2020 ini tembus pada angka 62 persen. F.Dokumentasi PUPP Provinsi Kepri untuk Batam Pos

PRO PINANG – Pandemi Corona Virus (Covid-19) turut mempengaruhi kelanjutan mega proyek Gurindam 12 (G12) Tanjungpinang. Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) G12, Handoko mengatakan pekerjaan yang terhambat saat ini adalah untuk penimbunan pasir, karena pihak perusahaan yang pemasok pasir juga ketakutan dengan wabah ini.

“Memang pekerjaan di lapangan terus berjalan, karena pasir laut untuk penimbunan belum dapat didatangkan, maka konsentrasi kita di zona II kawasan tunjuk langit,” ujar Handoko, Senin (13/6) di Tanjungpinang.

Kepala Seksi Jalan dan Jembatan, Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Pertanahan tersebut menjelaskan, saat ini progres sudah tembus pada angka 60 persen. Adapun pekerjaan yang belum dilaksanakan adalah penimpunan pasir dan penimbunan batu untuk cause way dari arah Lantamal IV Tanjungpinang. Sedangkan untuk pemasangan badan jembatan terus berlanjut.

“Untuk saat ini, kita fokus pada pekerjaan yang bisa kita kerjakan. Untuk yang belum semoga bisa cepat dilaksanakan. Kita berdoa pendemi Covid-19 cepat berakhir. Sehingga proyek strategis ini dapat selesai sesuai dengan waktu yang ditentukan,” harap Handoko.

Disebutkannta, ada beberapa pekerjaan strategis tahun ini, pertama pekerjaan pile cap pondasi jembatan sudah rampung 100 persen, dan dilanjutkan dengan pemasangan plat lantai jembatan menggunakan sistem launcer gantry. Menurutnya, pekerjaan tersebut ditargetkan rampung pada akhir Mei 2020 mendatang.

“Kemudian yang ketiga pekerjaan sheet pile beton dan baja selesai 100 persen dan dilanjutkan pemasangan angkur. Kegiatan keempat, yakni timbunan pasir dan tanah 60 persen, dilanjutkan pada zona 2A , 2B dan 2C. Sedangkan yang kelima berupa pekerjaan pasangan batu kosong dan timbunan pasir pada zona 2C Teluk keriting-batu hitam/lantamal sepanjang 650 meter,” jelasnya.

Ditambahkannya, untuk progres keuangan dari Rp487miliar, Pemprov Kepri sudah menyelesaikan kewajiban pada angka 42 persen atau sebesar Rp204 miliar dari nilai kontrak. Menurut Kepala Seksi (Kasi) Jalan dan Jembatan tersebut, pekejaan struktur atas Jembatan G12 kita rampung dalam waktu empat bulan. Ada beberapa pekerjaan besar yang apabila tuntas akan meningkatkan progresnya.

“Yakni struktur atas jembatan, dan pengurukan pasir di kawasan Tunjuk Langit, Zona IIB. Kedua kegiatan itu akan menambah 15 persen progresnya. Kami berharap tidak terjadi kendala-kendala di lapangan yang mengganggu pekerjaan,” jelasnya lagi.

Seperti diketahui proyek G12 yang merupakan kegiatan tahun jamak Pemprov Kepri dengan Pagu Anggaran senilai Rp514 miliar tersebut sudah dimulai sejak tahun anggaran 2018 lalu oleh PT. Guna Karya Nusantara selaku kontraktor. Kemudian kegiatan yang dirancang untuk mempercantik wajah Ibu Kota Provinsi Kepri, Tanjungpinang tersebut ditargetkan rampung pada tahun 2020 mendatang. Proyek strategis tersebut adalah bagian dari jalan lingkar yang akan menghubungkan sampai ke Kabupaten Bintan. (jpg)