Gubernur Kepri Non Aktif, Nurdin Basirun divonis hukuman empat tahun penjara oleh Majelis Hakim, Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat, Kamis (9/4). F.Jailani / Batam Pos

PRO PINANG – Mantan Gubernur Kepri, Nurdin Basirun yang terlibat dalam perkara suap izin pemanfaatan ruang laut dan gratifikasi jabatan secara bertahap sudah membayar uang pengganti yang ditetapkan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat sebesar Rp4,3 miliar. Penasehat Hukum Nurdin Basirun, Andi Muhammad Asrun mengatakan untuk tahap awal Pak Nurdin Basirun sudah membayar UP tersebut sebesar Rp2 miliar.

Tadi pagi kami telah membayar melalui transfer bank uang perkara Rp7.500,- uang denda Rp200 juta, dan pembayaran tahap pertama uang pengganti Rp2 miliar dari total Rp4,3miliar. Adapun bukti pembayaran telah disampaikan ke JPU KPK siang tadi. Begitu juga eksekusi putusan lainnya, termasuk pengembalian uang sitaan dari kamar Pribadi Gubernur Kepri Non-aktif belum dilaksanakan disebabkan belum ada Putusan Resmi Majelis Hakim PN Jakpus.

Mantan Bupati Karimun itu juga belum bisa dieksekusi ke LP Sukamiskin karena kondisi tidak memungkinkan akibat merebaknya Covid-19 dan juga belum ada Putusan Resmi Pengadilan. Sementara itu kunjungan keluarga dan PH dari tahanan di KPK belum bisa dilaksanakan untuk antisipasi penyebaran Virus Corona.

“Kondisi Pak Nurdin sehat dan tetap melakukan aktivitas keseharian di rutan termasuk beribadah dan membaca AL Quran,” jelasnya.(jpg)