Legislator Komisi III DPRD Kepri sekaligus Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kepri, H Irwansyah SE MM. F.Istimewa

PRO PINANG – Terganggunya kekuatan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2020 karena pandemi Corona Virus (Covid-19) menjadi ancaman tersendiri bagi terwujudnya pembangunan proyek strategis nasional di Provinsi Kepri, yakni Jembatan-Batam Bintan (Babin). Legislator Komisi III DPRD Kepri, Irwansyah mengatakan kans pembangunan infrastruktur tersebut menjadi sangat kecil.

“Jelas terganggungnya konstruksi APBN TA 2020 membuat kita was-was terkait rencana pembangunan Jembatan Babin itu nanti. Semoga saja Pak Presiden tetap komitmen dengan janjinya,” ujar Irwansyah, Kamis (23/4) di Tanjungpinang.

Menurutnya, pada saat Musyawarah Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) 2020 nanti, persoalan ini harus disampaikan kembali oleh Pemerintah Provinsi Kepri. Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Provinsi Kepri tersebut menegaskan, akan terkesan sia-sia apabila pembangunan mega proyek Gurindam 12, apabila Jembatan Babin batal terwujud. Karena muara G12 adalah terkoneksi dengan Jembatan Babin.

“Kita berharap Covid-19 ini segera berakhir. Sehingga fokus rencana pembangunan strategis nasional bisa diwujudkan. Termasuk Jembatan Babin di Provinsi Kepri pada 2021 nanti, “harap Irwansyah.

Ditambahakannya, kehadiran Jembatan BabinĀ  selain diproyeksikan sebagai akses untuk menghubungkan Pulau Batam dan Pulau Binta. Selain itu juga diproyeksikan untuk membuka percepatan pembangunan Pulau Bintan, Yakni Kabupaten Bintan dan Ibu Kota Provinsi Kepri, Tanjungpinang.

“Harus sama-sama kita kawal, sehingga rencana tersebut bisa terwujud. Selain itu ekonomi daerah meningkat,” tutupnya.

Belum lama ini, saat pertemuan antara Menteri Negara Pembangunan Nasional Suharso Manoarfa dan Plt Gubernur Kepri H Isdianto di Ruang Kerja Kepala Bappenas, Jakarta terus membahas soal rencana Mayor Project ini. Pada kesempatan itu, Manoarfa menyerahkan dokumen Rencana Pembangunan Infrastruktur di Provinsi Kepri kepada Isdianto. Padahal Isdianto sudah menyiapkan naskah pembangunan di seluruh Kepri kepada Manoarfa.

Di antara Major Project Batam Bintan itu adalah Pembangunan JembatanĀ  Batam Bintan, Pembangunan Jalan Akses dan Jalan Penghubung ke Jembatam Batam Bintan sepanjang 8,67 kilometer. Selain itu ada juga program Pengembangan Pelabuhan Laut (Batuampar), Pengembangan Bandara Hang Nadim (Batam Aeropolis), Pengembangan Jalan Akses KEK Galang Batang dan Pengembangan KI Bintan Aerospace. (jpg)