Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tanjungpinang, Teguh Ahmad Syafari. F.Diskominfo Kota Tanjungpinang untuk Batam Pos

PRO PINANG – Rencana penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Tanjungpinang batal karena terkendala keterbatasan anggaran.

Padahal menurut analisa tim ahli atas kajian PSBB yang akan dilakukan, Tanjungpinang sudah memenuhi syarat, namun tidak dapat dilakukan karena keterbatasan anggaran.

Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Tanjungpinang, Teguh Ahmad Syafari mengatakan Pemko Tanjungpinang bukan menunda atau tidak ingin melakukan PSBB. Pihaknya memikrikan dampak terhadap perekonomian masyarakat kurang mampu jika PSBB dilakukan.

“Dampaknya jelas, kami memikirkan perekonomian masyarakat kurang mampu. Sementara anggaran yang Pemko miliki terbatas, ”kata Teguh, Selasa (28/4).

Dikatakan Teguh, Pemko Tanjungpinang sudah melakukan penghitungan kebutuhan anggaran jika PSBB diterapkan, ternyata anggaran yang ada tidak mencukupi untuk menyediakan kebutuhan masyarakat yang terdampak Covid-19.

“Setelah kami hitung, kebutuhan anggaran ternyata tidak mencukupi untuk menyediakan sembako untuk masyarakat,” ujar Teguh.

Teguh mengatakan, analisa tersebut berdasarkan data Dinas Sosial (Dinsos) Tanjungpinang, saat ini jumlah keluarga yang berhak mendapatkan sembako mencapai 21 ribu kepala keluarga (KK) dan angka tersebut dapat bertambah dengan angka pengangguran akibat penutupan berbagai jenis usaha di Tanjungpinang.

Saat ini kata Teguh, Pemko Tanjungpinang sedang berupaya mengalihkan anggaran berbagai kegiatan untuk fokus dalam penanganan covid-19, seperti proyek fisik tidak dilaksanakan, namun yang sudah terlanjur dilaksanakan pada Februari dan Maret maka tetap dikerjakan.

“Walaupun sudah dialihkan tidak akan cukup jika PSBB diterapkan, tapi jika Pemprov Kepri memiliki anggaran untuk membantu pelaksanaan PSBB, maka Tanjungpinang siap melaksanakan,” sebutnya. (raw)