Executive General Manager (EGM) Angkasa Pura II Bandara RHF, Bravian Bambang Y. F.Peri Irawan / Batam Pos

PRO PINANG – Sejak resmi ditutup sementara penerbangan untuk penumpang komersil upaya penerapan larangan mudik Lebaran 2020 untuk mencegah penyebaran virus corona (covid-19) ke berbagai daerah, tentu berdampak kerugian pada pihak Bandara.

Larangan membawa penumpang komersil di Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang mulai efektif berlaku pada 25 April sampai 1 Juni 2020 mendatang, hal itu sesuai keputusan Dirjen Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Executive General Manager (EGM) Angkasa Pura II Bandara RHF, Bravian Bambang Y, menyampaikan sejak pandemi covid-19 pada bulan April sebelum diterapkan peraturan tersebut pihaknya sudah mengalami penurunan penerbangan rata-rata 70-80 persen per hari.

“Sejak covid-19 pada bulan April sebelum tanggal 25 April kami mengalami penurunan penerbangan rata-rata hampir 70-80 persen per hari,” kata Bravian, Rabu (29/4).

Biasanya dalam satu hari aktivitas penerbangan di Bandara RHF terdapat enam kali penerbangan ke berbagai daerah, seperti Jakarta, Pekan Baru dan kota lainnya.

“Bisanya penerbangan normal dalam satu hari ada enam penerbangan,” ujarnya.

Meski demikian walaupun mengalami penurunan penerbangan hingga 80 persen, kata Bravian pihaknya tetap berupaya mengurangi dampak kerugian melalui pengehematan penggunaan fasilitas listrik.

“Kami melakukan penghematan pemakaian fasilitas listrik di seluruh area Terminal Penumpang dan kawasan Bandara,” ungkapnya.

Sementara untuk pengurangan karyawan seperti yang banyak dilakukan perusahaan lain di Tanjungpinang, Bandara RHF tidak melakukan pengurangan karyawan.

“Sementara tidak ada pengurangan pegawai,” ucap Bravian.(raw)