Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPP) Provinsi Kepri, Rodi Yantari (baju biru) saat meninjau lokasi Proyek Gurindam 12 di Tepi Laut Tanjungpinang belum lama ini. F.Jailani / Batam Pos

PRO PINANG – Proyek tahun jamak, Penataan Kawasan Gurindam 12 (G12) Tanjungpinang terancam tak tuntas tahun ini. Pasalnya Pemprov Kepri melakukan rasionalisasi anggaran yang cukup besar. Sehingga sejumlah kegiatan G12 dari kontrak yang sudah disepakati. Dinas Pekerjaaan Umum Penataan Ruang dan Pertanahan (Dinas PUPP) Provinsi Kepri masih menunggu keputusan dari Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemprov Kepri.

“Semua biisa terjadi dengan kondisi pandemi saat ini, sifatnya kami masih menunggu arahan lebih lanjut dari TAPD,” ujar Kepala Bidang Bina Marga, Dinas PUPP Provinsi Kepri, Rodi Yantari, Senin (11/5) di Tanjungpinang.

Mantan Kepala Seksi Jalan dan Jembatan, Dinas PUPP Provinsi Kepri tersebut menegaskan, pada prinsipnya pelaksanaan proyek tetap mengacu pada anggaran yg tersedia didalam kontrak. Namun apabila terjadi pengurangan anggaran tentunya akanĀ  dilakukan optimalisasi dengan melaksanakan pkerjaan skala prioritas. Yakni, pembangunan jalan dan jembatan, agar dapat difungsikan terlebih dahulu.

“Menyikapi terkait wacana rasionalisasi ini, masih dilakukan beberapa planing, agar dpt dijadikan alternatif kedepan. Mayor item didalam kontrak juga pekerjaan jalan dan jembatan, dan beberapa pekerjaan landscape, jadi kami lebih fokus ke pekerjaan tersebut,” tegas Rodi.

Menurut Rodi, untuk pekerjaan penataan dan landscape pada zona yang belum tertangani didalam kontrak, dapat dikerjakan secara bertahap pada kegiatan selanjutnya. Ditegaskannya, masuk atau tidaknya anggaran G12 dalam daftar rasionalisasi, pihaknya masih menunggu dari kebijakan TAPD Pemprov Kepri.

“Kita berharap proyek tahun jamak ini dapat berjalan sesuai dengan rencana kerja yang ada. Namun jika memang ada kebijakan, karena terbatasnya anggaran, tentu kita lakukan penyesuaian juga,” tutup Rodi Yantari.

Terpisah, Ketua TAPD Pemprov Kepri, TS Arif Fadillah membenarkan pihaknya tengah mengkaji rasionaliasi anggaran ditengah pandemi Covid-19. Namun sampai saat ini belum ada menyentuh pada anggaran proyek tahun jamak tersebut. Pria yang merupakan Sekretaris Daerah Provinsi Kepri tersebut menegaskan, keputusan final tentang rasionalisasi anggaran ini masih menunggu kebijakan Plt Gubernur.

“Kita berharap pandemi ini segera berakhir. Sehingga anggaran pembangunan kita tidak ada yang diganggu,” ujar Sekda Arif. (jpg)