Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPP) Provinsi Kepri, Rodi Yantari (baju biru) saat meninjau lokasi Proyek Gurindam 12 di Tepi Laut Tanjungpinang belum lama ini. F.Jailani / Batam Pos

PRO PINANG – Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPP) Provinsi Kepri Rodi Yantari mengatakan, pekerjaan proyek Penataan Kawasan Gurindam 12 (G12) Tanjungpinang akan setop sepekan selama lebaran Idul Fitri 1441. Menurut Rodi, sampai akhir Mei 2020 ini targetnya adalah 75 persen.

“Sekarang pekerjaan full speed, karena akhir bulan ini target fisik yang ingin kita kejar adalah 75 persen,” ujar Rodi Yantari, kemarin di Tanjungpinang.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Proyek G12 tersebut menjelaskan, beberapa pekerjaan mayor terus digesa siang dan malam. Dikatakannya, pekerjaan pemasangan beton jembatan sudah selesai dilakukan. Masih Rodi, pada pekerjaan tersebut tersisa pengecoran sambungan.

“Pekerjaan pemasangan beton jembatan berjalan dengan baik, karena menggunakan sistem cetak. Artinya tinggal pengecoran antar sambungan yang belum,” jelas Rodi.

Mantan Kepala Seksi Jalan dan Jembatan, Dinas PUPP Provinsi Kepri tersebut menegaskan, pekerjaan akan disetop selama sepekan mulai Jumat atau Sabtu pekan ini. Kemudian mengenai pelaksanaan proyek tetap mengacu pada anggaran yang tersedia didalam kontrak. Namun apabila terjadi pengurangan anggaran yang disebabkan Covid-19 tentunya akan  dilakukan  optimalisasi dengan melaksanakan pekerjaan skala prioritas. Yakni, pembangunan jalan dan jembatan, agar dapat difungsikan terlebih dahulu.

“Menyikapi terkait wacana rasionalisasi yang disebabkan Covid-19, masih dilakukan beberapa planing, agar dpt dijadikan alternatif kedepan. Mayor item didalam kontrak juga  pekerjaan jalan dan jembatan, dan beberapa pekerjaan landscape, jadi kami lebih fokus ke pekerjaan tersebut,” tegas Rodi.

Ditambahkannya, untuk pekerjaan penataan dan landscape  pada zona yang belum tertangani didalam kontrak, dapat dikerjakan secara bertahap pada kegiatan selanjutnya. Ditegaskannya, masuk atau tidaknya anggaran G12 dalam daftar rasionalisasi, pihaknya masih menunggu dari kebijakan TAPD Pemprov Kepri.

“Kita berharap proyek tahun jamak ini dapat berjalan sesuai dengan rencana kerja yang ada. Namun jika memang ada kebijakan, karena terbatasnya anggaran, tentu kita lakukan penyesuaian juga,” tutup Rodi Yantari.

Seperti diketahui proyek G12 yang merupakan kegiatan tahun jamak Pemprov Kepri dengan Pagu Anggaran senilai Rp514 miliar tersebut sudah dimulai sejak tahun anggaran 2018 lalu oleh PT Guna Karya Nusantara selaku kontraktor. Kemudian kegiatan yang dirancang untuk mempercantik wajah Ibu Kota Provinsi Kepri, Tanjungpinang tersebut ditargetkan rampung pada tahun 2020 mendatang. Proyek strategis tersebut adalah bagian dari jalan lingkar yang akan menghubungkan sampai ke Kabupaten Bintan. (jpg)