Manager PLN UP3 Tanjungpinang, Suharno saat Penyerahan Bantuan Peralatan Medis (APD) ke RSUD Raja Ahmad Tabib (RAT) Provinsi Kepulauan Riau, Selasa (19/5) di Tanjungpinang. F.Humas PLN UP3 Tanjungpinang untuk Batam Pos

PRO PINANG – PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Tanjungpinang turut memperkuat pasokan Alat Pelindung Diri (APD) bagi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raja Ahmad Tabib yang menjadi salah satu rumah sakit rujukan penanganan Covid-19 di Provinsi Kepri.

“Pemberian bantuan ini merupakan wujud tanggungjawab sosial perusahaan kepada masyarakat. Bantuan ini disalurkan melalui Corporate Social Responsibility (CSR) PLN peduli yang diperuntukan bagi tenaga medis sebagai garda terdepan dalam menangani pasien dampak pandemi Covid-19,” ujar Manager PLN UP3 Tanjungpinang Suharno, Selasa (19/5) di Tanjungpinang.

Disebutkannya, penyerahan APD tersebut sudah dilaksanakan pada 15 Mei 2020 lalu di RSUD RAT Tanjungpinang. Menurut Suharno, bantuan APD tersebut diterima pihak rumah sakit melalui Kabag Tata Usaha, Gamal Abdul Nasir yang juga merupakan sebagai Ketua Posko Gugus Tugas Penanganan Covid 19.

PT PLN (Persero) UP3 Tanjungpinang melalui CSR PLN Peduli saat Penyerahan Bantuan Peralatan Medis (APD) ke RSUD Raja Ahmad Tabib (RAT) Provinsi Kepulauan Riau, Selasa (19/5) di Tanjungpinang. F.Humas PLN UP3 Tanjungpinang untuk Batam Pos

“Adapun rincian bantuan yang diserahkan yakni berupa Visor Mask sebanyak 40 Pcs, Kaca mata 40 pcs, Hazmat 40 pcs, Masker 40 pcs, sarung tangan 40 pcs, sepatu boot APD 40 pcs,” jelasnya.

Ia berharap, bantuan tersebut dapat turut menjaga ketersediaan APD di rumah sakit tersebut.  Selain itu juga diharapkan menjadi safety bagi tenaga medis dan bermanfaat bagi RSUD Raja Ahmad Thabib dalam menangani pasien covid-19. Ia juga mengajak masyarakat untuk mendukung program pencegahan Covid-19 yang dihimbau oleh pemerintah.

“Kita sama-sama berusaha dan berdoa agar pandemi covid-19 ini segera berakhir Semoga tidak ada penambahan kasus positif lagi di Tanjungpinang. Sehingga tenaga medis bisa fokus menangani kasus yang tersisa”, tutup Suharno. (jpg)