Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPKP), Mahyuddin. F.Jailani / Batam Pos

PRO PINANG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri batal mengakomodir permintaan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Kepri untuk mengadakan dua unit pompa lewat anggaran tanggap darurat bencana Covid-19. Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPKP) Provinsi Kepri, Mahyudin mengatakan kebutuhan tersebut menunggu APBD Perubahan Tahun Anggaran (TA) 2020.

“Setelah dipelajari, kebutuhan tersebut tidak bisa dipenuhi dari anggaran tanggap darurat Covid-19. Makanya akan diupayakan lewat APBD P 2020 nanti,” ujar Mahyudin, Rabu (27/5) di Gedung Daerah, Tanjungpinang.

Mantan Pejabat Kabupaten Karimun tersebut menjelaskan, kebutuhan anggaran untuk pengadaan dua pompa tersebut lebih kurang sebesar Rp600 juta. Menurut Mahyudin, dengan sumber daya yang ada saat ini, PDAM Tirta Kepri tidak bisa mengoptimalkan pelayanan. Selain kondisi sumber air yang terbatas, ditambah lagi dengan kondisi pompa yang sudah rusak.

“Memang mereka sudah memperpanjang pipa penyedotan. Namun karena pompa sedotnya rusak, tentu tidak bisa maksimal sampai saat ini,” jelas Mahyudin.

Ditegaskan Mahyudin, kondisi Tanjungpinang saat ini belum masuk dalam kategori kekeringan. Sehingga kebutuhan yang disampaikan PDAM Tirta Kepri ini belum masuk kreteria untuk dapat menggunakan dana tanggap darurat Covid-19. Karena pertimbangan awal adalah, ketersediaan air adalah kebutuhan penting ditengah pandemi Covid-19 ini.

“Karena ini sudah menjadi atensi Plt Gubenur Kepri, makanya kita ini akan disampaikan saat penyusunan APBD Perubahan nanti,” tegas Mahyudin.

Sebelumnya, ditengah pandemi Covid-19 yang mendera Ibu Kota Provinsi Kepri, pelayanan PDAM Tirta Kepri memberikan persoalan tersendiri dalam mendukung upaya pencegahan penyebaran Covid-19, karena tidak maksimalnya pelayanan yang disebabkan kondisi pompa di Waduk Sei Pulai yang tidak maksimal. Menyikapi hal itu, Plt Gubernur Kepri, Isdianto mengambil kebijakan strategis dengan mengalokasikan sebagian anggaran tanggap darurat Covid-19 untuk membantu PDAM.

“PDAM sudah berupaya melakukan perpanjangan pipa sedot untuk terus mensuplai air. Namun karena kondisi pompa yang kurang prima, menyebabkan pelayanan menjadi tidak optimal,” ujar Plt Gubernur Kepri, Isdianto belum lama ini.

Menurut Isdianto, PDAM sudah menyurati Pemprov Kepri beberapa waktu lalu terkait persoalan yang sedang mereka hadapi. Karena terbatasnya kemampuan anggaran yang mereka miliki, tentu mereka meminta dukungan ke Pemprov Kepri sebagai pemilik Perusahaan Daerah (Perusda) tersebut. Ditegaskan Isdianto, apabila menunggu alokasi pada APBD 2021 mendatang tentu membutuhkan waktu. Sementara kebutuhan dasar air adalah prioritas yabg harus tetap dijaga.

“Ditengah upaya kita melawan Covid-19 tentu harus didukung dengan kebutuhan air bersih. Karena mendesak, tentu akan segera kita bantu,” tegas Isdianto. (jpg)