Kondisi Unit Sekolah Baru (USB) Sekolah Luar Biasa (SLB) Anambas setelah selesai pembangunan. F.Suharman untuk Batam Pos

PRO PINANG – Anggaran proyek Bantuan Pemerintah untuk pengadaan Unit Sekolah Baru (USB) Sekolah Luar Biasa (SLB) Anambas yang diduga diselewengkan pejabat eselon III Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kepri sebesar Rp500 juta tersebut sudah masuk dalam ranah penyelidikan pihak Kepolisian Anambas. Adapun pelaksanaan kegiatan dilakukan oleh Komite Pembangunan yang dibentuk melalui Surat Keputusan (SK) Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri.

“Proses pembangunan sebenarnya sudah rampung 100 persen, begitu juga dengan realiasai anggaran dari pusat juga sudah 100 persen,” ujar Suharman, Sekretaris Komite Pembangunan USB SLB Anambas, kemarin di Tanjungpinang.

Kondisi Unit Sekolah Baru (USB) Sekolah Luar Biasa (SLB) Anambas setelah selesai pembangunan. F.Suharman untuk Batam Pos

Pria yang sehari-hari berprofesi sebagai wiraswasta tersebut menjelaskan, dalam kegiatan ini pada pertengahan jalan terjadi pergantian Ketua Komite Pembangunan, karena adanya pergeseran posisi Kepala Bidang SLB di Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kepri dari Raja Faisal ke Muhammad Yunus. Karena pada waktu itu, Raja Faisal dilantik menjadi Kepala Bidang Sekolah Menengah Atas.

“Persoalan yang timbul bukan pada tahap akhir, tetapi adalah pada saat dihandle oleh Raja Faisal sebagai Ketua Komite Pembangunan,” jelas Suharman.

Kondisi Unit Sekolah Baru (USB) Sekolah Luar Biasa (SLB) Anambas setelah selesai pembangunan. F.Suharman untuk Batam Pos

Disebutkannya, Raja Faisal menjabat sebagai Ketua Komite periode April-September 2019. Selanjutnya posisi tersebut dipegang oleh Muhammad Yunus. Menurut Herman, pergantkan posisi terjadi saat progres pembangunan mencapai 50 persen. Namun pada waktu itu, realiasi anggaran sebesar 60 persen atau Rp2,5 miliar dari pagu kegiatan sebesar Rp3,159 miliar.

“Dari Rp2,5 miliar tersebut anggaran yang sampai ke pengelola lapangan hanya Rp2,1 miliar. Sedangkan sisanya itulah yang menyebabkan terjadinya persoalan di lapangan beberapa waktu lalu,” papar Herman.

Kondisi Unit Sekolah Baru (USB) Sekolah Luar Biasa (SLB) Anambas setelah selesai pembangunan. F.Suharman untuk Batam Pos

Ditambahkannya, proses pemeriksaan di Polres Anambas masih belum tuntas. Karena terkendala oleh Covid-19. Sebagai pihak yang terlibat, ia akan kooperatif dan memberikan penjelasan sesuai dengan kejadian di lapangan. Karena ini juga menyangkut nama baik dimata pekerja proyek teraebut dan masyarakat Anambas.

“Karena sudah berjalan ditangan pihak kepolisian, biarlah pihak kepolisian yang membuat kesimpulan siapa yang bersalah dalam persoalan ini,” tutup Herman.

Kondisi Unit Sekolah Baru (USB) Sekolah Luar Biasa (SLB) Anambas setelah selesai pembangunan. F.Suharman untuk Batam Pos

Terkait persoalan ini, Kepala Bidang SLB Provinsi Kepri, Muhammad Yunus dan Raja Faisal pejabat Kepala Bidang SLB yang lama, belum bisa dihubungi. Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Muhammad Dali mengatakan pihak yang berbuat tentu haru bertanggungjawab. Karena semua tindakan ada konsekuensi hukumnya.

“Memang kegiatan itu adalah Bantuan Pemerintah. Untuk pekerjaan di lapangan sudah tuntas,” tegas Dali. (jpg)