Plt Gubernur Kepri, H Isdianto. F.Humas Pemprov Kepri untuk Batam Pos

PRO PINANG – Sebanyak 26 nama sudah dinyatakan lulus administrasi untuk mengikuti seleksi 16 Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) di lingkungan Pemprov Kepri. Diantara 26 nama tersebut, ada nama adik kandung dan keponakan Plt Gubernur Kepri, Isdianto. Menurut Isdianto tidak ada jaminan bagi keduanya untuk menjadi yang terpilih.

Berdasarkan hasil seleksi administrasi Seleksi Terbuka JPTP yang diterbitkan oleh Panitia Seleksi (Pansel), adik kandung Plt Gubernur Kepri, Budiharto yang saat ini menjabat sebagai Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kepri tersebut hanya memilih posisi Kepala BPBD, meskipun bisa memilih tiga posisi untuk di bidding. Mantan Sekretaris Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Pemprov Kepri tersebut akan bersaing dengan  Edi Rofiano, Said Nursyahdu, Dodi Nuryadi, Hemat Girsang, Mangara Simarmata, Susanto, Hendri, Henrio Karyadi, dan Deki Iskandar.

Begitu juga dengan keponakannya, Herry Andrianto juga hanya memilih satu posisi, yakni Kepala Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan (Barenlitbang) Provinsi Kepri. Pria yang belum lama dilantik sebagai Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah, Pemprov Kepri tersebut akan bersaing dengan sejumlah nama, diantaranya adalah Sardison, Tri Musa Yudha, Aries Fhariandi, Robert Lukman, Bertha De Jurisal, Edi Rofiano, Andri Rizal, Rika Azmi, Riono, dan Yuzet.

“Saya jamin tidak ada tindakan nepotisme. Memang dari segi kepangkatan mereka mengikuti, namun dari sisi lain juga menjadi faktor penentu. Apakah mereka punya kelebiha atau tidak dibandingkan dengan peserta yang lainnya,” ujar Plt Gubernur menjawab pertanyaan media di Gedung Aisyah Sulaiman, Tanjungpinang, Senin (26).

Ditegaskannya, adik kandungnya, Budiharto yang saat ini duduk sebagai Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kepri tersebut sudah berada lama di lingkungan Pemprov Kepri, bahkan sebelumnya bertugas di Pemprov Kepri. Sedangkan keponakannya, Herry Andrianto juga sudah menjabat diberbagai posisi di Pemprov Kepri.

“Masing-masing tentunya punya rekam jejak. Ini akan menjadi salah satu faktor penentu, jika memang layak tentu harus diakomodir. Jika sebaliknya, meskipun itu keluarga tentu tidak akan dipilih. Apalagi proses seleksi melibatkan banyak pihak,” tegasnya.

Terpisah, Ketua Badan Pertimbangan Pangkat dan Jabatan (Baperjakat) Provinsi Kepri, Arif Fadillah yang juga merupakan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kepri tersebut mengatakan, komposisi Tim Pansel seleksi terbuka atau open bidding tersebut melibatkan banyak pihak. Yakni, dari unsur birokrat Pemprov Kepri dan akademisi dari perguruan tinggi serta ada dari Kantor Regional (Kanreg) XII Badan Kepegawaian Nasional (BKN) Pekanbaru.

“Tim Pansel kita ini terpadu, ada yang dari Kanreg BKN, ada dari beberapa perguruan tinggi Pekanbaru UNRI, kita juga melakukan pendampingan dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN),” ujarnya menjawab pertanyaan media di Kantor DPRD Kepri, Tanjungpinang, kemarin.

Berdasarkan pengumuman yang sudah dibuat, selain Kepala BPBD yang diikuti adik kandung Plt Gubernur Kepri, dan Barenlitang Provinsi Kepri yang didalamnya ada keponakan Plt Gubernur sebagai salah satu peserta, ada 14 posisi lainnya yang turut dilelang. Yakni, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat. Ada enam nama yang dinyatakan lulus seleksi administrasi untuk posisi ini. Mereka adalah Edi Rofiano, Juramadi Esram, Amril A Gani, Teddy Mar, Ahmad Yani, dan Augus Raja Unggul.

Berikutnya adalah Staf Ahli Bidang Sosial, dimana ada 14 nama yang berminat pada jabatan tersebut. Mereka adalah Kuntum Purnomo, Susanto, Syarifah Irza Wati, Supardi, Ahmad Yani, Mahadi Rahman, Eky, Amril A Gani, Hemat Girsang, Yudhitia, Augus Raja Unggul, Said Sudrajad, Mohammad Panca Azdigoena, dan Rika Azmi.

Selanjut posisi yang juga dilelang adalah Inspektur Daerah. Nama-nama yang dinyatakan lulus dan bisa bersaing mendapatkan jabatan ini adalah Petit Pamungkas Sadewo, ST Irmendas, Syakyakirti, Seviyandi Bakar, Augus Raja Unggul, dan Said Sudrajad. Kemudian untuk jabatan Kepala Dinas Enegri dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kepri hanya ada tiga orang peminat. Yakni, Said Nursyahdu, Alfian, dan Hendri Kurniadi.

Jabatannya yang dilelang adalah Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kepri. Ada enam nama yang dinyatakan memenuhi syarat administrasi. Nama-nama tersebut adalah Junaidi Putra, Onni Unni, Aang Abu Bakar, Robert Lukman, Sardison, dan Masykur. Dinas Kesehatan menjadi posisi strategis lainnya yang turut dibidding. Ada enam nama yang berlatar belakang lulusan kesehatan. Mereka yang berminat tersebut adalah dr. Sulastri, Ahmad Yani, Mohammad Syamsu Rizal, Susanto, Moh Bisri, dan Rustam, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang.

Selain itu adalah posisi Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Peminat-peminatnya adalah Abdul Bar, Onni Unni, Aang Abu Bakar, Kuntum Purnomo, Hamidi, Venni Meitaria Detiawati, Mangara Simarmata, Seviyandi Bakar, dan Hasfarizal Handra. Melangkah ke OPD Dinas Perhubungan, hanya ada sembilan nama yang akan bersaing untuk posisi sebagai Kepala Dinas. Yakni, Tri Musa Yudha, Sardison, Said Nursyahdu, Junaidi, Hamidi, Mangara Simarmata, Riono, Hasfarizal Handra, dan Masykur.

Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan juga mencari Kepala Dinas yang baru. Venni Meitaria Detiawati, Bertha De Jurisal, Junaidi Putra, Hamidi, dan Hendri adalah nama-nama peminat jabatan tersebut. Jabatan Kepala Satpol PP Provinsi Kepri juga banyak diminati. Ada 11 nama yang masuk kualifikasi untuk ikut seleksi. Mereka adalah Abdul Bar, Alfian, Deki Iskandar Dinata, Dodi Nuryadi, Muhammad Amin, Asfarizal Handra, Hemat Girsang, Masykur, Mohammad Panca Azdigoena, Imran Hanafi, Syakyakirti, dan Teddy Mar.

Posisi strategis yang juga turut dilelang adalah Kepala Biro Humas, Protokol dan Penghubung. Ada enam nama yang menyatakan minat dan memenuhi syarat administrasi. Yakni, Agustiawan, Deki Iskandar Dinata, Iskandar Zulkarnaen Nasution, Junaidi, Muhammad Hanafiah, dan Zulkifli. Posisi eselon II b lainnya yang turut dibiding adalah Kepala Biro Administrasi Perekonomian. Nama-nama peminatnya adalah Agustiawan, Aziz Kasim Djou, Dedy Arman, Rika Azmi, Muhammad Amin, Eky, Hendri Kurniadi, Iskandar Zulkarnaen Nasution, Kadarisman, dan Novianto. Selain itu, ada juga nama Onni Unni, Petit Pamungkas Sadewo, Raja Mavia Rozza, Riki Rionaldi, Said Sudrajad, Siti Asniah, Sri Astuti, Syaiful Anwar, Teddy mar  dan Tri Musa Yudha.

Jabatan Direktur Rumah Sakit Daerah Raja Ahmad Tabib (RSUD RAT) Tanjungpinang juga ikut dilelang. Ada enam nama yang menyatakan minat dan memenuhi syarat administrasi. Mereka adalah A. Yusmanedi, Asep Guntur Sapari, Elfiani Sandri, Iswandi Ismail, Mohammad Syamsu Rizal, dan Sulastri. Tahapan selanjutnya adalah penulisan makalah, setelah itu pemeriksaan kesehatan. (jpg)