Kepala BNN Kota Tanjungpinang, Darsono. F.Peri Irawan / Batam Pos

PRO PINANG – Layanan pemeriksaan urine yang dilakukan Badan Nasional Narkotika (BNN) Kota Tanjungpinang pada instanti atau lembaga pemerintahan di Tanjungpinang berdasarkan permintaan pihak tersebut.

Kepala BNN Kota Tanjungpinang, Darsono menjelaskan kapan waktu akan dilaksanakan pemeriksaan urine kepada pegawai suatu instansi itu tergantung permintaan pihak yang bersangkutan.

“Tergantung instansi tersebut kapan ia akan membeli alat-alatnya, sedangkan kami (BNN) akan memfasilitasi dari segi tenaga pelaksananya” kata Darsono, Rabu (1/7).

Sepanjang tahun 2020, dijelaskan Darsono Organisasi Perangkat Daerah (OPD) atau instansi yang sudah melaksanakan pemeriksaan urine kepada pegawainya baru dua yaitu Basarnas dan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Tanjungpinang.

“Tahun ini baru dua instansi, mungkin kemarin terhalang covid-19 sehingga tidak bisa dilaksanakan oleh instansi lain yang sudah berencana,” ujarnya.

Dijelaskan Darsono, harga dari peralatan untuk periksa urine juga bervariasi ada yang murah, sedang dan mahal. Itu tergantung anggaran yang dimiliki oleh suatu lembaga.

“Seperti yang dijual di beberapa apotik di Tanjungpinang harganya Rp 100-130 ribu per biji untuk satu orangnya, “paparnya.

Selain itu, BNN Kota Tanjungpinang akan membentuk satuan terpadu mendukung rencana aksi nasional Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) berdasarkan instruksi presiden (Inpres) nomor 2 tahun 2020.

“Tugas satuan terpadu dalam mendukung P4GN yang langsung diketuai oleh wali kota, wakilnya sekda dan sekretaris dari Kesatuan Bangsa dan Politik (Kebangpol) serta unsur lainya dari pihak kepolisian dan TNI,” paparnya. (raw)