Ketua Komisi II DPRD Kepri, Ing Iskandarsyah. F.Istimewa

PRO PINANG – Sejumlah Legislator DPRD Provinsi Kepri utusan daerah pemilihan (Dapil) pada periode 2014-2019 membantah, tidak ada hasil reses yang dilakukan di Kabupaten Karimun berupa usulan pengadaan laptop untuk Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) di Kabupaten Karimun dengan nilai Rp22 miliar lewat APBD Perubahan 2019 lalu.

“Tidak ada usulan hasil reses untuk pengadaan laptop. Untuk lebih jelas bisa konfirmasi ke Dinas Pendidikan (Disdik) bagaimana mengenai teknis pengadaannya,” ujar Ketua Komisi II DPRD Kepri, Iskandarsyah yang merupakan utusan dari Dapil Karimun.

Mantan Legislator Komisi IV DPRD Kepri periode 2014-2019, Yusrizal juga mengaku tidak ada mengusulkan tentang pengadaan laptop tersebut. Menurutnya, jikapun anggarannya dari dana alokatif dewan, apabila dikumpulkan dari enam legislator DPRD Kepri dari dapil Karimun nilainya masih jauh dari Rp22 miliar.

“Waktu pembahasan APBD Perubahan 2019 kemarin saya sudah tidak terlibat. Karena sedang menunaikan ibadah haji. Tetapi yang jelas tidak ada mengusulkan itu,” tegasnya.

Seperti diketahui, Pengadaan 2.400 unit milik Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kepri yang dilaksanakan oleh PT Astragraphia Xprins Indonesia (AXI) lewat APBD Perubahan Tahun Anggaran (TA) 2019 lalu diduga ssarat mark up. Karena satu Laptop Lenovo dengan spek  amd A9-9425 Radeon R5 3.10 GHz windows 10 dibandrol Rp9.328.000. Sementara harga disejumlah toko elektronik di Tanjungpinang dengan merek dan spek yang sama adalah sebesar Rp4,3 juta.

Merujuk surat perjanjian yang dibuat oleh Pemerintah Provinsi Kepri melalui Disdik Provinsi Kepri bersama PT Astragraphia Xprins Indonesia (AXI) dengan nomor 24.957/SP/DISDIK-KEPRI/2019 pada tanggal 27 September 2019 tersebut pekerjaanya adalah pengadaan laptop penunjang kegiatan media pendidikan untuk SMAN di Kepri.

Berdasarkan perbandingan harga tersebut, jika merujuk harga vendor pengadaan 2.400 unit laptop yang digunakan sebagai media pendidikan untuk SMAN di Kepri tersebut sebesar Rp22.387.200.000. Kemudian untuk harga yang berada di sejumlah toko elektronik di Tanjungpinang, pengadaan laptop tersebut dengan jumlah yang sama atau merk dan spek yang serupa hanya memerlukan anggaran sebesar Rp10.320.000.000.

Berdasarkan data Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa (UPKBJ) Provinsi Kepri pengadaan 2.400 unit laptop dengan alokasi anggaran sebesar Rp25 miliar yang dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kepri lewat APBD Perubahan Tahun Anggaran (TA) 2019 lalu bukan diperuntukan bagi seluruh SMA Negeri di Provinsi Kepri. Melainkan khusus untuk SMA Negeri yang ada di Kabupaten Karimun. (jpg)