Teto Satria, Kuasa Hukum Raja Faesal. F.Dokumen pribadi untuk Batam Pos

PRO PINANG – Mantan Ketua Komite Pembangunan Unit Sekolah Baru Sekolah Luar Biasa (USB SLB) Anambas Tahun 2019, Raja Faesal yang merupakan Mantan Kepala Bidang Sekolah Luar Biasa Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kepri melalui kuasa hukumnya, Teto Satria membantah kliennya mangkir pada panggilan pertama. Menurutnya, penyidik dalam hal ini sudah meminta keterangan kepada kliennya tersebut via email.

“Terkait berita yang diterbitkan oleh Pro Pinang, Kamis (2/7) kemarin, klien saya dengan tegas mengatakan bahwa itu tidak benar. Karena klien saya mengartikan bahwa pemanggilan untuk tanggal 6 Juli 2020 nanti adalah untuk melengkapi Berita Acara Pemeriksaan (BAP) klien saya yang pertama,” ujar Teto Satria, Jumat (3/7) malam di Tanjungpinang.

Pria yang akrab disapa Teto tersebut menegaskan, perlu diketahui bahwa kliennya itu, sudah pernah di BAP atau dimintai keterangan oleh Penyidik Satreskrim Anambas pada Maret 2020, tetapi karena pandemi Covid yang berdampak. Sehingga menyebabkan terputusanya jalur transportasi ke Anambas.

“Maka dari itu penyidik dalam hal ini meminta keterangan kepada klien saya melalui via email,” tegasnya.

Diakuinya, memang benar berdasarkan kitab undang-undang hukum acara pidana (kuhap) dan perkap no. 14 tahun 2012 tentang manejemen penyidikan tindak pidana apa bila saksi mangkir setelah adanya panggilan 2 kali tanpa keterangan yang jelas maka akan dilakukan penjemputan secara paksa, itu aturannya sudah jelas. Tapi terkait kliennya tersebut sampai saat ini masih kooperatif dan patuh kepada aturan yang ada.

“Dalam hal ini ia ingin mengklarifikasi bahwa terkait pemberitaan tersebut tidaklah benar bahwa klien saya mangkir dalam proses penyelidikan, karena berita yang muncul menurut saya sangat tendensi sehingga merugikan nama baik klien saya dalam pemberitaan. Seolah-olah klien saya tidak menghargai proses hukum yang ada,” tutup Teto.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Anambas Iptu Julius membenarkan pernah melakukan pemeriksaan pada Raja Faseal pada Maret lalu di Tanjungpinang. Namun prosesnya pemeriksaanya terputusa, karena ditengah pemeriksaan yang bersangkutan mengeluh sakit. Kemudian setelah itu, pihaknya mengeluarkan surat panggilan. Selain persoalan Covid, ia juga dibuktikan surat sakit dari dokter untuk beristirahat 14 hari.

“Karena proses harus terus berjalan, makanya kami berinisiatif mengirimkan pertanyaan lewat email. Namun masih perlu didalami lagi dengan pemeriksaan lebih lanjut pada panggilan tanggal 6 Juli 2020 nanti,” jelas Iptu Julius, Sabtu (4/7).

Seperti diketahui, kegiatan pembangunan USB Anambas dengan pagu anggaran Rp3.159.309.000 tersebut adalah bersumber dari APBN. Yakni, melalui program Bantuan Pemerintah (Banper) Tahun Anggaran (TA) 2019 lalu. Namun pada prosesnya, sebagian anggaran pembangunan tersebut diduga di selewengkan. Sehingga masuknya laporan ke Polres Anambas. (jpg)