Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang, AKP Rio Reza Parindra. F.Yusnadi Nazar / Batam Pos

PRO PINANG – Penyidik Satreskrim Polres Tanjungpinang, melakukan gelar perkara kasus dugaan ijazah palsu Direktur Utama Badan Usaha Milik Daerah (Dirut BUMD) Tanjungpinang.

“Hari ini (kemarin, red) kami gelar perkara penetapan tersangka, “kata Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang, AKP Rio Reza Parindra, Senin (6/7).

Sebelumnya, kata Rio, penyidik telah melakukan pengecekan keabsaan (keaslian) ijazah Dirut BUMD Tanjungpinang, Fahmi. Selain itu, penyidik juga telah meminta keterangan pihak Universitas Islam Sumatera Utara (UISU).

“Dari hasil penyelidikan, ditemukan unsur pidana,” ungkapnya.

Sebelumnya diketahui, Dirut BUMD Tanjungpinang, Fahmi dilaporkan oleh Haryun Sagita atas dugaan penggunaan ijazah dan gelar akademik palsu. Terlapor diduga menggunakan ijazah dan gelar palsu saat mengikuti seleksi jabatan Dirut BUMD. Pelapor telah menyerahkan bukti awal berupa fotokopi KTP, Surat Keputusan (SK) Dirut BUMD dan nota dinas terlapor.

“Kami meragukan keabsahannya. Jadi kami laporkan agar masalah ini jadi terang, “katanya.

Menurut data dan dokumen yang diperoleh pelapor, saat mengikuti seleksi jabatan Dirut, terlapor menggunakan ijazah Strata 1 (S1) Fakultas Sastra Inggris Universitas Islam Sumatera Utara (UISU). Selain itu, penelusuran di situs Dikti, nama terlapor tidak terdaftar sebagai mahasiswa.

“Di KTP, nota dinas dan lain sebagainya, dia (terlapor, red) pakai gelar S.Si, “ungkap Haryun. (odi)