Asisten Intelejen (Asintel) Kejati Kepri, Agustian Sunaryo. F.Jailani / Batam Pos

PRO PINANG – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri tidak sepenuhnya berpegang pada hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terhadap pengadaan 2.400 unit laptop oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kepri lewat APBD Perubahan TA 2019 lalu. Tindakan tersebut dilakukan, karena BPK hanya melakukan sistem sampel saat melakukan audit.

“Memang hasil audit BPK terkait pengadan laptop tersebut sudah ada. Tetapi masih belum bisa dijadikan pegangan, karena auditnya tidak menyeluruh,” ujar Asisten Intelejen (Asintel) Kejati Kepri, Agustian Sunaryo, Rabu (8/7) di Tanjungpinang.

Dijelaskannya, sampai sejauh ini pihaknya sudah meminta keterangan terhadap sembilan nama. Baik itu dari internal Disdik Provinsi Kepri maupun dari pihak luar yang terlibat dalam pengadaan ini. Selain itu, pihaknya juga menggandeng ahli Informasi Teknologi (IT) yang paham tentang kondisi software.

“Memang benar pengadaan kegiatannya menggunakan sistem e-katalog. Namun tetap harus dilakukan pendalaman dengan meminta keterangan dan meneliti aspek-aspek lain yang berkaitan. Baik itu kondisi fisik laptop maupun perangkat yang ada didalamnya,” tegas Agustian.

Ditambahkannya, mengenai spesifikasi laptop pihaknya juga sudah mengirim email resmi ke Lenovo, yakni melalui agensi resmi yang ada di Indonesia. Karena menyangkut IT, pihaknya juga menggandeng atau menghiyer tenaga IT profesional. Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat dalam pengumpulan data pendukung.

“Memang masih ada dua SMA Negeri yang tidak mendapatkan bagian laptop tersebut. Alasannya, karena belum ada yang kelas tiga,” jelasnya lagi.

Seperti diketahui, Pengadaan 2.400 unit milik Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kepri yang dilaksanakan oleh PT Astragraphia Xprins Indonesia (AXI) lewat APBD Perubahan Tahun Anggaran (TA) 2019 lalu diduga ssarat mark up. Karena satu Laptop Lenovo dengan spek  amd A9-9425 Radeon R5 3.10 GHz windows 10 dibandrol Rp9.328.000. Sementara harga disejumlah toko elektronik di Tanjungpinang dengan merek dan spek yang sama adalah sebesar Rp4,3 juta.

Merujuk surat perjanjian yang dibuat oleh Pemerintah Provinsi Kepri melalui Disdik Provinsi Kepri bersama PT. Astragraphia Xprins Indonesia (AXI) dengan nomor 24.957/SP/DISDIK-KEPRI/2019 pada tanggal 27 September 2019 tersebut pekerjaanya adalah pengadaan laptop penunjang kegiatan media pendidikan untuk SMAN di Kepri.

Berdasarkan perbandingan harga tersebut, jika merujuk harga vendor pengadaan 2.400 unit laptop yang digunakan sebagai media pendidikan untuk SMAN di Kepri tersebut sebesar Rp22.387.200.000. Kemudian untuk harga yang berada di sejumlah toko elektronik di Tanjungpinang, pengadaan laptop tersebut dengan jumlah yang sama atau merk dan spek yang serupa hanya memerlukan anggaran sebesar Rp10.320.000.000.

Berdasarkan data Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa (UPKBJ) Provinsi Kepri pengadaan 2.400 unit laptop dengan alokasi anggaran sebesar Rp25 miliar yang dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kepri lewat APBD Perubahan Tahun Anggaran (TA) 2019 lalu bukan diperuntukan bagi seluruh SMA Negeri di Provinsi Kepri. Melainkan khusus untuk SMA Negeri yang ada di Kabupaten Karimun. (jpg)