Bagian pelayanan di kantor Disdukcapil Kota Tanjungpinang. F.Peri Irawan / Batam Pos

PRO PINANG – Tiga pekan ganguan jaringan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tanjungpinang, sebanyak 600 KTP antre menunggu untuk dicetak.

Kadisdukcapil Kota Tanjungpinang, Irianto menjelaskan saat ini layanan masih lambat akibat gangguan jaringan saat pengiriman berkas ke pusat untuk tanda tangan digital.

“Tidak seperti yang kita harapkan, biasanya 10 berkas hanya 15 detik sekarang bisa berjam-jam,” kata Irianto, Jum’at (10/7).

Irianto mengaku, sangat tidak nyaman dengan kondisi seperti itu, karena banyak pekerjaan yang menumpuk akibat gangguan jaringan tersebut.

“Kita aja tidak nyaman, apalagi masyarakat bahkan ada yang menunggu empat jam,” ujarnya.

Lanjutnya menjelaskan seperti layanan perekaman KTP yang biasanya 15-30 menit selesai, saat ini bisa mencapai empat jam belum selesai dicetak.

“Karena di pusat sedang ada pemeliharaan jaringan semua pelayanan terdampak,” ungkapnya.

Kata Irianto, disatu sisi adanya pemeliharaan jaringan akan bagus, nantinya setelah selesai layanan akan lebih lancar, namun saat ini layanan menjadi terhambat seperti KTP sekitar 600 yang antre untuk dicetak.

“Blangko saat ini sudah mulai menipis, tersisa sekitar 500 Blangko,” sebutnya.

Blangko itu sudah diajukan bahkan pihaknya diminta untuk dijemput, namun kata Irianto karena masih dalam pandemi covid-19 untuk melakukan penjemputan Blangko butuh pertimbangan untuk kesehatan petugas.

“Senin saya sendiri yang akan jemput ke Jakarta, mudah-mudahan aman,” tuturnya. (raw)