Plt Gubernur Kepri, H Isdianto. F.Humas Pemprov Kepri untuk Batam Pos

PRO PINANG – Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Kepri, Isdianto menegaskan tidak ingin orang tua calon siswa gusar terhadap proses seleksi Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran (TA) 2020/2021. Ditegaskannya, ia akan berupaya untuk mengakomodir calon siswa baru yang tidak masuk dalam daftar terpilih ke SMAN/SMKN negeri yang ada.

“Memang benar, saat ini masalahnya adalah banyak calon siswa baru SMAN/SMKN yang belum di terima. Maka dari itu, saya janji akan berusaha mengakomodir seluruh calon siswa baru agar bisa masuk SMAN/SMKN,” ujar Isdianto di Tanjungpinang, Minggu (11/7).

Menurut Isdianto, saat ini tim teknis Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kepri sedang melakukan mengevaluasi berapa yang belum bisa diterima dan berapa lokal yang akan di tambahkan agar semuanya bisa bersekolah. Salah satu solusinya adalah menambah ruang kelas baru untuk sekolah-sekolah yang masih memungkinkan.

“Kita tunggu tim teknis Disdik Kepri yang sedang mendata dilapangan, berapa calon siswa yang belum bisa diterima di sekolah negeri ini. Maka dari itu, kita minta para orang tua calon siswa untuk tidak risau. Meskipun anak-anaknya belum diterima disekolah yang dipilih,” tegas Isdianto.

Masih kata Isdianto, kebijakan menambah RKB adalah upaya menampung pelajar-pelajar dalam zonasi yang pada PPDB tahun ajaran 2020-2021 tidak tertampung. Ditambahkannya juga, pada tahun ini pihaknya akan membuat pemetaan khusus tentang kebutuhan pendidikan di daerah, khususnya SMAN/SMKN.

”Kita berharap dengan pemetaan ini, lewat APBD Tahun Anggaran (TA) 2021 mendatang bisa kita wujudkan. Apakah itu melalui RKB atau penambahan Unit Sekolah Baru (USB),” tutup Isdianto.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kepri, Muhammad Dali meminta orang tua calon siswa yang namanya belum terpilih dalam proses seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk bersabar. Menurutnya, kebijakan lebih akan ditentukan setelah proses verifikasi selesai.

“Sekarang kita masih menyelesaikan proses verifikasi data bagi calon siswa yang sudah diterima. Tahapan ini kita targetkan tuntas dalam tiga kedepan,” ujar Muhammad Dali, Selasa (7/7) lalu di Tanjungpinang.

Menurutnya, pada waktu rapat bersama Kepala SMA Negeri se-Batam kemarin, pihaknya sudah meminta masing-masing sekolah mendata secara pasti jumlah peminat di setiap sekolah. Mantan Kepala Bidang (Kabid) Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) tersebut menjelaskan, ada beberapa titik sekolah tentunya yang masih menjadi polemik.

“Bagi orang tua yang ingin mengambil tindakan dengan mendaftar ke sekolah swasta silahkan. Namun bagi yang ingin tetap di negeri diharapkan untuk bersabar,” jelasnya.

Seperti diketahui, di SMA Negeri 3 Batam, sistem menolak karena daya tampung sudah terpenuhi. Dari 1.705 pendaftar sebanyak 1.128 tertolak oleh sistem karena jaraknya. Di Kepri, tahun ini ada 17.917 lulusan SMP/MTS. Dari jumlah itu, daya tampung se-Kepri hanya 13.137. Artinya masih ada selisih 6.544 pelajar. Sementara untuk Batam diperkirakan sekita 1.545 selisih yang yang belum tertampung. (jpg)