Sekdaprov Kepri, H TS Arif Fadillah. F.Humas Pemprov Kepri untuk Batam Pos

PRO PINANG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Riau (Kepri) menurunkan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kepri Tahun Anggaran (TA) 2020 dari Rp1,2 triliun menjadi Rp1 triliun lebih. Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kepri, TS Arif Fadillah mengatakan Bea Balik Nama Kenderaan Bermotor (BBNKB) menjadi sektor yang diturunkan targetnya.

“Memang awalnya kita mengusung target PAD TA 2020 ini sebesar Rp1,2 triliun. Namun karena kondisi pandemi Covid-19 mempengaruhi beberapa sektor PAD kita. Karena menurunnya daya beli masyarakat, maka sektor BBNKB kita turunkan. Namun target PADP tetap diatas Rp1 triliun,” ujar Arif Fadillah, akhir pekan lalu di Tanjungpinang.

Mantan Sekda Kabupaten Karimun tersebut mengatakan, sejak dibukanya pelayanan kembali, tingkat kesadaran masyarakat untuk membayar pajak terus meningkat. Bahkan penerimaan yang didapat pada suatu hari tembus pada angka Rp5 miliar. Menyikapi hal itu, untuk beberapa sektor pendapatan tidak diturunkan dari target sebelumnya.

“Namun pada sisi lainnya, kita berharap sektor labuh jangkar bisa segera masuk. Sehingga bisa memberikan kontribusi bagi PAD Kepri. Karena sekarang ini masih dalam tahap pembahasan. Namun persiapan untuk mengelola itu sedang kita persiapkan,” jelasnya.

Teprisah, Legislator Komisi III DPRD Kepri, Irwansyah mengatakan pihaknya sampai saat ini masih belum mendapatkan laporan mengenai perkembangan penerimaan PAD Pemprov Kepri tahun berjalan ini. Menurut politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tersebut, Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) sebagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang bertanggungjawab juga belum ada menyampaikan.

“Khusus masalah PAD ini nanti akan kita bahas di dalam rapat kerja. Karena sudah memasuki triwulan ke III ini belum ada laporan yang kita terima,” ujar Irwansyah, kemarin.

Secara umum Pemprov Kepri menargetkan PAD TA 2020 ini sebesar Rp1,2 triliun. Proyeksi tersebut bersumber dari Pajak Daerah sebesar Rp1,1 triliun. Adapun komponennya adalah Pajak Kenderaan Bermotor (PKB) sebesar Rp428 miliar atau mengalami kenaikan sebesar Rp28 miliar (7,04 persen) dari target 2019 yang nilainya Rp400 miliar.

Berikutnya adalah Bea Balik Nama Kenderaan Bermotor (BBN-KB) yang targetnya diturunkan Pemprov sebesar Rp2,8 miliar (1,05 persen) dari Rp270 miliar menjadi Rp267 miliar. Kemudian Pajak Bahan Bakar Kenderaan Bermotor (PBB-KB) targetnya dinaikan sebesar Rp17 miliar (5,60 persen) dari Rp310 miliar menjadi Rp328 miliar pada tahun 2020 ini.

Kemudian yang mengalami penurunan signifikan adalah Pajak Air Permukaan (PAP) dari Rp1,5 miliar di tahun 2019 menjadi Rp900 juta atau turun sebesar Rp625 miliar (41,01 persen). Selain itu adalah retrebusi daerah juga mengalami penurunan sebesar Rp767 juta atau 1,17 persen dari target 2019 yang ditetapkan pada angka Rp65 miliar. (jpg)