Ketua PA Tanjungpinang, Muhammad Yusar. F.Peri Irawan / Batam Pos

PRO PINANG – Pengadilan Agama (PA) Kota Tanjungpinang mencatat sepanjang Juni 2020 menerima sebanyak 23 perkara dispensasi nikah yang diajukan pasangan calon pengantin yang berusia di bawah 19 tahun.

Ketua PA Tanjungpinang, Muhammad Yusar menjelaskan sebelumnya pada masa pandemi covid-19 pada Maret 2020 hanya satu orang, sedangkan pada April dan Mei 2020 tidak ada perkara dispensasi nikah yang masuk, sementara Juli 2020 pihaknya baru menerima tiga perkara.

“Penyebabnya karena batas usia yang dinaikkan sebelumnya batas usia menikah 16 tahun, sekarang laki-laki dan perempuan sama-sama 19 tahun, “kata Yusar, Senin (13/7).

Faktor yang membuat banyaknya dispensasi nikah yang dikabulkan, kata Yusar sudah masuk kategori darurat, rata-rata sudah menjalin hubungan layaknya suami istri, sehingga menjadi pertimbangan PA jika tidak dikabulkan.

“Kalau masih sebatas pacaran dan tidak dalam keadaan darurat terlebih masih kuliah kami sarankan tidak dikabulkan terlebih dahulu,” ujarnya.

Dikatakan Yusar pertimbangannya jika tidak mengabulkan dispensasi nikah bagi pasangan yang sudah darurat ditakutkan akan timbul masalah yang lebih besar seperti hamil dan melahirkan tanpa ada suami.

“Jadi darurat itu yang menjadi syarat bagi kami untuk mengabulkan permohonan dispensasi nikah, “ungkapnya.

Sebelumnya pasangan yang mengajukan dispensasi nikah itu datang ke Kantor Urusan Agam (KUA) untuk menikah, namun karena masih di bawah umur KUA menolak, sehingga pasangan itu mengajukan ke PA untuk mendapat dispensasi.

“Jalan keluar agar pasangan itu tetap menikah dengan melakukan dispensasi di PA.

Yusar berpesan kepada Dinas terkait untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait usia yang diperbolehkan untuk menikah dan kepada orang tua supaya memantau anaknya dalam berteman atau berpacaran agar tidak terjadi hal yang tidak pantas.

“Kepada orang tua tetaplah menjaga anaknya yang masih sekolah. Jangan biarkan pulang larut malam terlebih pergi bersama pasangannya,” pesannya. (raw)